Perkuat Ekosistem, Pintu Gelar Ethereum Meetup Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - Salah satu platform jual beli dan investasi kripto, PT Pintu Kemana Saja (Pintu) menggelar diskusi dengan developer dan komunitas bertajuk Ethereum Meetup Indonesia yang bertujuan memperkuat ekosistem Ethereum di Indonesia.
Head of Community Pintu, Jonathan Hartono percaya jika Indonesia memiliki banyak sekali developer kripto berkualitas yang mampu mengembangkan sebuah proyek di bawah Ethereum. Diskusi ini menghadirkan dua pembicara, yaitu Devcon Team Lead, Skylar Weaver dan Devcon Brand Designer, Tomo Saito.
“Melalui Ethereum Meetup Indonesia, kami ingin acara ini menjadi wadah untuk para developer dan komunitas bisa bereksplorasi, memperluas koneksi, serta mengambil pengalaman berharga dari para profesional di bidang Web3 untuk nantinya mengembangkan berbagai proyek menarik berskala global,” katanya, dalam keterangan resmi, Kamis (25/4/2024).
Menurut Jonathan, Ethereum Meetup Indonesia ini menjadi salah satu rangkaian penting untuk menginformasikan kepada publik khususnya developer mengenai penyelenggaraan Devcon yang pertama kali akan diadakan di Asia Tenggara, tepatnya di Bangkok, Thailand, pada 12 hingga 15 November 2024.
Baca Juga
Pasar Kripto Kembali Anjlok, Aset Bitcoin, Ethereum, hingga Dogecoin Terhempas
“Kami mendorong para developer Indonesia turut berpartisipasi dan menampilkan berbagai project terbaik yang mampu bersaing di ranah internasional,” katanya.
Sebagai informasi, Ethereum Foundation meluncurkan program Road to Devcon(RTD) Grants untuk mendukung munculnya acara-acara Ethereum, membuka diskusi dengan komunitas, serta inisiatif untuk memberikan edukasi di berbagai wilayah, salah satunya Asia Tenggara.
“Adapun Asia Tenggara di tahun 2024 dipilih menjadi penyelenggara Devcon ke tujuh karena dinilai memiliki peluang besar dan perkembangan yang pesat,” jelas Jonathan.
Hadir sebagai panelis dari Devcon Team Lead, Skylar Weaver melihat Ethereum sebagai versi internet berikutnya yang memiliki tujuan untuk memberikan dampak secara langsung bagi negara-negara berkembang di Asia Tenggara seperti halnya Indonesia.
Baca Juga
ETF Bitcoin dan Ethereum Spot Meluncur Perdana di Asia, Berikut Dampak Positifnya
“Adapun manfaat yang dapat dirasakan melalui penggunaan Ethereum antara lain memberikan masyarakat akses terhadap layanan keuangan, akses terhadap uang yang tahan terhadap sensor, hingga mengutamakan privasi pengguna,” ujar Skylar.
Di kesempatan yang sama, Devcon Brand Designer, Tomo Saito mengapresiasi antusiasme dan kreativitas pada developer, termasuk komunitas di Indonesia.
“Meski dari segi jumlah developer Asia masih tertinggal, namun semangat para developer di sini sangat tinggi, itulah sebabnya Road to Devcon ke tujuh akan diadakan di Asia Tenggara yang diharapkan dapat menginspirasi generasi ETH Developer berikutnya di Asia,” kata Tomo.
Berdasarkan data dari platform Dappros, pada tahun 2023, blockchain (web3) developer di Indonesia baru berjumlah 296 developers. Indonesia masih berada di bawah Singapura yang mencapai 657 developers.
