Zurich Syariah Beberkan Strategi Kejar Pertumbuhan Premi 25% Tahun 2024
JAKARTA. investortrust.id - PT Zurich General Takaful Indonesia (Zurich Syariah) menargetkan kontribusi atau premi tumbuh sebesar 25% atau menjadi sekitar Rp 603 miliar pada tahun 2024.
Untuk mencapai target tersebut, strategi yang diterapkan mulai dari kolaborasi hingga operational excellence.
Presiden Direktur Zurich Syariah, Hilman Simanjuntak mengungkapkan, salah satu strategi yang akan diterapkan ialah terus memperkuat sumber daya manusia (SDM). Tidak hanya dari sisi tenaga ahli saja, tetapi untuk seluruh karyawan.
“Saya meminta tim Zurich Syariah minimal harus mengikuti sertifikasi basic insurance sharia. Karena kami merasa untuk bisa semakin besar kita butuh tim yang sangat kuat, tidak hanya tenaga ahli tetapi leadership yang ada dari semua departemen,” ujarnya, secara virtual, beberapa waktu lalu.
Baca Juga
IFG Life Ajak Pelaku UMKM Melek Produk Keuangan, Ini Langkahnya
Strategi selanjutnya, ialah melakukan kolaborasi. Dengan berfokus pada customer, ia berusaha untuk terus melakukan simplifikasi dan inovasi untuk menemukan engine growth baru. Selama ini Zurich Syariah kuat di lini kendaraan bermotor, namun Hilman menyadari tidak akan bisa mencapai target pertumbuhan 25% hanya dengan mengandalkan satu lini bisnis saja.
“Kami menjalin kerjasama dengan bancassurance, insurtech maupun digital partnership. Balik lagi kolaborasi menjadi kuncinya,” ungkapnya.
Digitalisasi juga menjadi fokus bisnis Zurich Syariah ke depannya, oleh karena itu ia terus memperkuat kapasitas digital dengan berbagai cara, salah satunya dengan kerjasama dengan insurtech maupun digital partnership yang lainnya.
“Agency. Meski sekarang sudah eranya digitalisasi, agen-agen kita itu masih sangat dibutuhkan. Sudah culture-nya orang Indonesia dalam berhubungan itu masih butuh human touch, jadi agency itu masih menjadi salah satu untuk mengembangkan market,” kata Hilman.
Baca Juga
Selain itu, lanjutnya ialah memperkuat ekosistem dan merambah ke komunitas-komunitas. Lalu, fokus pada operational backbone dengan mengembangkan sales office network yang dilakukan dengan sangat hati-hati.
“Finance and operational excellence juga sangat penting. Proses akuisisi, pembayaran klaim yang cepat itu menjadi kebutuhan yang tidak bisa dielakan lagi sekarang ini,” jelas Hilman.

