Laba Asuransi MAG Turun, Ternyata Ini Penyebabnya
JAKARTA, investortrust.id - Kantong Asuransi Multi Artha Guna (MAG) hingga kuartal III-2023 makin tipis. Hal ini tercermin pada laba bersihnya yang turun 13,55% dari Rp 132,68 miliar pada September 2022 menjadi Rp 114,70 miliar pada periode yang sama tahun ini.
Direktur Asuransi MAG, Peggy Wystan mengatakan, menurunnya laba bersih perseroan pada kuartal III-2023 disebabkan beberapa hal. “Salah satunya akibatmeningkatnya beban usaha dan penurunan atas pendapatan lain-lain,” ujar Peggy dalam acara public expose Asuransi MAG yang digelar secara daring, Senin (11/12/2023).
Baca Juga
Premi Asuransi MAG Tumbuh 12,39%, Tiga Lini Bisnis Ini Jadi Pendorongnya
Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur Asuransi MAG, Pankaj Oberoi mengungkapkan, penurunan laba ini salah satunya disebabkan dampak fluktuasi mata uang asing, khususnya dolar AS, sejalan dengan ketidakpastian ekonomi global.
“Pada dasarnya, (penurunan) ini tidak memengaruhi kinerja keseluruhan perusahaan dari perspektif arus kas, tapi memang memengaruhi laporan keuangan,” tutur dia.
Sejalan dengan penurunan laba, menurut Pankaj Oberoi, rasio solvabilitas yang tercermin pada risk based capital (RBC) Asuransi MAG juga mengalami penurunan, dari 399% pada September 2022 menjadi 366% pada periode sama tahun ini.
Baca Juga
SDM Asuransi Indonesia Sangat Tertinggal, AAUI Bilang Begini
Meski begitu, kata dia, angka RBC perseroan masih jauh dari ambang minimum yang digariskan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yakni 120%.
“Tentang penurunan RBC, ini disebabkan oleh pembayaran dividen tahun lalu yang mengakibatkan penurunan aset. Namun, tingkat RBC kami masih tiga kali lipat dari persyaratan minimum,” tegas dia.
Oberoi yakin dengan posisi RBC saat ini, Asuransi MAG masih berada dalam posisi keuangan yang sangat kuat, dengan prospek keuangan yang positif. (CR-13)

