Indonesia Masuki Fase Kepemimpinan Ekonomi Digital di 2045, Ini Syaratnya
JAKARTA, Investortrust.id - Berdasarkan Buku Putih Strategi NasionalPengembangan Ekonomi Digital 2030,upaya pengembangan ekonomi digitaldi Indonesia akan dilakukan dalam 3 Fase, yaituFase Persiapan yang periodenya akan berlangsung pada tahun 2023-2025, diikuti FasePerubahan pada periode tahun 2025-2045, dan terakhir FaseKepemimpinan yang akan berlangsung pada tahun 2045 dan seterusnya.
Namun demikian, disampaikan Deputi Bidang Koordinasi EkonomiDigital, Ketenagakerjaan dan UMKM, Edwin Manansang dalam sambutannya di ajang Penghargaan “Digital Banking Awards 2023”yang diadakan Investortrust.id di Jakarta, Kamis (14/12/2023), untuk bisa mencapai fase kepemimpinan, sebuah fase ketika Indonesia mulaimenciptakan produk dan teknologi,menetapkan standar serta inovasi digitalmasa depan, masih dibutuhkan setidaknya empat target yang harus dicapai dalam 20 tahun ke depan.
“Pertama, indeks Daya SaingDigital Indonesia harus melompat, leaping, dariperingkat ke-51 saat ini, ke peringkat 20 ditahun 2045,” kata Edwin.
Baca Juga
Berikutnya, lanjut Edwin, ekonomi digital Indonesia mampuberkontribusi sebanyak 20% terhadap PDB.“Ketiga, kita memiliki tenaga kerja yangberketerampilan digital minimal 7% daritotal penduduk, dan Keempat terdapatsedikitnya 61 unicorn asal Indonesia,” ujar Edwin.
Nah untuk mewujudkan Aspirasi Targettersebut, masih dibutuhkan pula penguatan padaEnam Pilar Pengembangan EkonomiDigital.
“Pertama, percepatan dan perluasaninfrastruktur digital; kedua, peningkatanketerampilan digital; ketiga, dukungankuat pada riset, pengembangan daninovasi teknologi; keempat, digitalisasisektor ekonomi prioritas; kelima, inklusifinansial yang menyeluruh; dan keenam,adanya regulasi dan kebijakan yang adil, agile, adaptif, forward looking sertamengutamakan perlindungan konsumendan keamanan nasional,” tandasnya.
Baca Juga
Melonjak 15,57%, Transaksi Digital Banking Tembus Rp 5.118,89 Triliun
Berbagai upaya tersebut di atas bertujuanuntuk memperluas peluang menujuekosistem ekonomi digital yang produktif,maju, dan bernilai tambah tinggi. Digitalisasisektor ekonomi prioritas, sepertimanufaktur, perdagangan, dan pertanian,dengan sektor keuangan dan perbankansebagai katalisatornya, diharapkan dapatmeningkatkan daya saing kita di pasar global.
Pada kesempatan yang sama, Pemimpin Redaksi Investortrust.id, Primus Dorimulu menyampaikan, digital banking akan terus bertumbuh. “Semua bank mengembangkan digital banking. Salah satu pertanyaan penting hari ini dan terutama masa akan datang adalah: bagamana perlindungan nasabah? Apa para pengguna cukup aman dan terlindungi,” ujarnya.
Untuk itu, menurut Primus tema awards yang diusung pada malam ini adalah “Business Resilience Against Cyber Attack”.
“Kegiatan bisnis bertumbuh seperti yang sudah saya gambarkan. Tapi, bagaimana keamanan? Di sinilah relevansi dan signifikansi dari tema “Business Resilience Against Cyber Attack”. Ke depan, setiap bank perlu mengalokasikan biaya lebih besar untuk Divisi IT, khususnya biaya untuk meningkatkan keamanan sistem digital banking,” ujarnya.
Ada 37 bank yang malam ini menerima Digital Banking Awards 2023. Satu bank meriah predikat “Best of The Best” karena meraih nilai tertinggi di enam aspek yang dinilai.

