Begini Dampak Konflik Iran-Israel Bagi Perbankan
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Eko Listiyanto mengatakan, memanasnya konflik antara Iran-Israel bisa memicu sejumlah hal yang bisa berdampak negatif bagi industri perbankan di Indonesia.
"Dari sisi perbankan dampaknya yang pertama kaitannya dengan nilai tukar rupiah. Kalau nilai tukar rupiah terus menerus melemah tentu ini akan bisa menjadi indikasi negatif bagi dunia usaha untuk ekspansi," ujar Eko saat dihubungi oleh investortrust.id, Jumat (19/4/2024).
Eko menjelaskan, jika dunia usaha menahan diri tidak ekspansi, maka biaya produksi bisa meningkat.
"Nanti risikonya adalah pada undisbursed loan (jumlah kredit menganggur di perbankan), kredit-kredit yang sebetulnya sudah disetujui oleh bank tapi belum dicairkan oleh pengusaha," terangnya.
Baca Juga
Ketum Apindo Beberkan Dampak Konflik Iran-Israel terhadap Industri Manufaktur
Lebih lanjut, Eko menyebut, situasi ketidakpastian akibat perang Iran-Israel juga berisiko mengurangi laju pertumbuhan kredit.
"Targetnya kan tahun ini itu sekitar 10%-12%, jadi kalau ada gangguan dari krisis geopolitik seperti ini, bisa saja nanti laju kredit melambat, karena sektor riilnya cenderung menahan diri atau bahkan melakukan efisiensi," jelasnya.
Di sisi lain, Eko membeberkan, umumnya jika rupiah terus menurun, nantinya diikuti dengan kenaikan suku bunga untuk menjaga stabilitas.
"Sehingga, itu juga akan mungkin mendorong peningkatan tabungan atau simpanan. Tapi di sisi lain laju kredit tentu seperti saya bilang tadi akan cenderung melambat dengan situasi itu," pungkasnya.
Sebagai informasi, sebelumnya diberitakan investortrust.id, Israel meluncurkan rudal ke arah Iran pada Kamis malam (18/4/2024) waktu setempat atau Jumat pagi (19/4/2024) WIB, sebuah serangan balasan pertama setelah serangan rudal dan drone Iran ke Israel akhir pekan lalu, demikian para pejabat AS kepada CBS dan ABC News, Jumat.
Belum diketahui berapa banyak rudal yang diluncurkan dan telah mencapai sasaran di Iran dan seberapa efektif dampaknya.
Pertahanan anti-rudal Iran dilaporkan telah diaktifkan Jumat pagi di dekat kota Isfahan, seperti diberitakan kantor berita IRNA yang dikelola pemerintah Iran. Isfahan adalah kota terpadat ketiga di negara tersebut dan merupakan lokasi pusat teknologi nuklir.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Israel tidak mengomentari serangan tersebut.

