Begini Strategi Mandala Finance (MFIN) Jaga Rasio Pembiayaan Bermasalah
JAKARTA, investortrust.id - Mandala Finance sukses menjaga rasio pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF) berada pada level 2,3% di tahun lalu. Capaian ini juga lebih rendah ketimbang NPF secara industri yang tercatat berada di angka 2,54% pada November 2023.
”Mandala Finance tutup rate NPF di 2023 dengan 2,3% yang memang kami terus berusaha untuk menekan agar turun. Namun secara industri kami masih di bawah rata-rata industri,” ujar Managing Director Mandala Finance, Christel Lasmana, dalam konferensi pers, di Jakarta, Rabu (24/1/2024).
Sejumlah upaya, lanjut Christel, akan dilakukan pihaknya agar NPF tetap terjaga. Salah satunya dengan selektif dalam memberikan pembiayaan terhadap para nasabah sesuai dengan profil risiko mereka masing-masing.
“Kalau memang permintaan mereka itu terlalu berlebih, apa yang mereka bisa tanggung jawabkan sebenarnya kita juga tidak mau menjerumuskan mereka ke utang yang sebenarnya enggak bisa (mereka) bayar,” katanya.
Baca Juga
Mandala Finance (MFIN) Bidik Pembiayaan Tumbuh Double Digit di 2024
Lebih detail, Mandala Finance akan memantau dari aspek keuangan calon nasabah, misalnya dari sisi pendapatan. Selain itu, juga akan melihat kebutuhan pembiayaan calon nasabah akan digunakan untuk hal yang bersifat konsumtif ataupun produktif.
“Tentu kami juga memastikan semua proses tersebut berjalan dengan terus memperbaiki proses-proses kerja dari tata kelola maupun menggunakan alat-alat alternatif data yang bisa memotret (profil risiko nasabah) lebih baik,” jelas Christel.
Karena menurutnya, semakin banyak informasi maka akan semakin banyak data yang diperoleh untuk membantu perusahaan dalam menentukan penyaluran kredit yang sesuai dengan prinsip kehati-hatian. (CR-13)
Baca Juga

