Naik 17,7%, Bankaltimtara Raih Laba Rp 534,3,5 Miliar di 2023
TANJUNG SELOR, investortortrust.id - Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur-Kalimantan Utara (Bankaltimtara) meraih laba (sebelum dipotong pajak) sebesar Rp534,3,5 miliar pada periode Januari sampai 31 Desember 2023. Laba itu tumbuh 17,7%dibandingkan tahun 2022sebesar Rp453,5 miliar.
Dari sisi kredit, Bankaltimtara menyalurkan kredit sebesar Rp17,2 triliun pada 2022, kemudian tumbuh 12,02% pada 2023 menjadi Rp19,3 triliun.
“Realisasi aset pada Desember 2022 sebesar Rp41,8 triliun tumbuh di 2023 menjadi Rp49,3 triliun atau tumbuh 17,87 persen,’ kata Komisaris Utama Bankaltimtara Zainuddin Fanani di Tanjung Selor, Rabu (24/01/2024).
Bankaltimtara menargetkan laba pada 2024 sebesar Rp935 miliar dan optimistis bisa merealisasikannya lebih dari Rp1 triliun.“Kami sudah memasukkan dalam rencana bisnis 2024 dan tolong doa dan dukungannya untuk kami mencapai itu,” kata dia seperti dilansir Antara.
Baca Juga
Dia menegaskan, laba akan dikelola dalam rangka meningkatkan pelayanan Bankaltimtara di seluruh wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara terutama meningkatkan pelayanan berbasis digital.
“Ini yang kami dorong supaya bisa memberikan layanan tepat waktu, dan ini pilihan yang sangat tepat bagi Kaltimtara,” kata dia.
Sementara itu, kredit produktif yang mencakup kredit korporasi atau perusahaan tumbuh 8,2%dari Rp4,3 triliun pada 2022 menjadi Rp5,5 triliun pada 2023.Sedangkan kredit UMKM juga tumbuh dari Rp2,5 triliun pada 2022 menjadi Rp 2,8 triliun pada 2023.
“Kredit produktif ini mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Zainuddin.
Baca Juga
Bank Mandiri (BMRI) Catat Penyaluran KUR Rp 34,24 Triliun Sepanjang 2023
Adapun kredit konsumsi, juga mengalami pertumbuhan menjadi Rp10,8 triliun pada 2023 dari Rp10,3 triliun pada 2022.
“Meskipun pertumbuhannya kecil, kredit konsumsi tetap menjadi perhatian kita sebab risikonya kecil karena kebanyakan adalah pegawai negeri sipil untuk memenuhi segala macam kebutuhannya,” ujarnya.
Adapun Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat turun atau minus 3,8 persen. Pada 2022 DPK mencapai Rp35,1 triliun dan pada 2023 Rp33,9 triliun.
Baca Juga
Komisaris Borong Saham Allo Bank (BBHI) Sebanyak 159.200 Lembar
Penurunan terjadi pada DPK Pemda yaitu pada 2022 sebesar 17,3 triliun menjadi Rp11,6 triliun pada 2023. Komponennya adalah giro dan deposito.
“Semuanya turun karena pemda pada posisi akhir tahun membelanjakan kas daerah untuk membayar proyek-proyek pembangunan,” kata Zainuddin.

