BNI Buka Dua Luar Negeri Baru di AS dan Australia, Ini Alasannya
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Negara Indonesia (BNI) tahun ini berencana akan membuka dua kantor luar negeri (KLN) baru yang berlokasi di Amerika Serikat (AS) dan Australia. Direktur Wholesales & International Banking BNI, Silvano Winston Rumantir menyatakan, ada sejumlah hal yang menjadi pendorong pihaknya melakukan hal tersebut.
“BNI diberikan mandat oleh Kementerian BUMN untuk menjadi Indonesian International Leading Bank. Untuk menjawab hal tersebut, kami memiliki strategi yaitu follow the Indonesian client, di mana tentunya kami kan hati-hati dan prudent dalam melakukan ekspansi,” ujarnya, dalam konferensi pers, belum lama ini.
Silvano mengungkapkan, setidaknya ada lima pertimbangan yang dilakukan BNI untuk membuka KLN baru. Yang pertama, mapping perusahaan Indonesia yang melakukan bisnis di negara tersebut, berikut sebaran industrinya. Kemudian, mapping perusahaan negara tersebut yang melakukan bisnis di Indonesia.
Baca Juga
Tumbuh 13,6%, BNI Kucurkan Green Loan Rp 67,9 Triliun Tahun 2023
“Yang ketiga, detail tentang diaspora Indonesia di negara tersebut. Yang keempat, investasi dari negara tersebut di Indonesia dan hubungan perdagangan Indonesia dengan negara tersebut atau ekspor impor,” katanya.
Terakhir, ialah potensi dari sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) lokal yang bisa go global ke negara-negara tersebut. Serta, yang tak kalah penting, lanjut Silvano, target pembukaan KLN baru tersebut harus memberikan value added dan kemudahan bagi klien.
”Target yang kami harapkan dalam pembentukan kantor luar negeri baru yang tentunya harus memberikan value added dan kemudahan bagi klien-klien kami serta mampu mendorong pertumbuhan bisnis BNI yang sustain,” pungkasnya.
Baca Juga

