Insentif Likuiditas Makroprudensial Dorong Perbankan Sokong Hilirisasi
JAKARTA, Investortrust.id - Peran penting hilirisasi di sejumlah sektor telah menjadi pertimbangan Bank Indonesia menetapkan sektor untuk didorong melalui Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM).
Deputi Gubernur BI, Juda Agung menyampaikan, KLM ditempuh sebagai upaya meningkatkan kontribusi perbankan untuk memperkuat kegiatan dunia usaha dengan lima prinsip utama.
“Pertama, memberi daya ungkit pertumbuhan ekonomi, melalui peningkatan atau penguatan nilai tambah, backward-forward linkages, struktur ekonomi, lapangan kerja, peluang usaha, dan ketahanan pangan,” kata Juda Agung dalam Seminar Nasional KLM bertajuk “Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial: Insentif untuk Kredit/Pembiayaan Sektor Hilirisasi", yang diselenggarakan Bank Indonesia kemarin (13/9/2023) di Jakarta.
Baca Juga
Industri Paperboard Domestik Pastikan Hilirisasi di Industri Hasil Hutan
Kontribusi perbankan lainnya, kata Juda, yakni mendukung momentum pemulihan sektor-sektor tertentu yang masih membutuhkan dukungan. Berikutnya mendukung pembiayaan inklusif dan berwawasan lingkungan.
“Lalu mengimplementasikan pembiayaan secara targeted ke sektor/komoditas tertentu, dan terakhir, sinergi kebijakan dan program Pemerintah untuk memperkuat struktur ekonomi, selaras dengan upaya pengendalian inflasi termasuk Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) yang menjadi salah satu fokus utama di tingkat pusat dan daerah,” ujarnya dilansir BI, Kamis (14/9/2023).
Untuk mengimplementasikan kebijakan tersebut diperlukan dukungan Pemerintah dan otoritas terkait untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif dan penguatan inovasi strategi bisnis dari para pelaku bisnis sangat penting untuk memperkuat sisi permintaan. Dengan penguatan sisi penawaran dan permintaan secara simultan, diharapkan akan efektif memperkuat struktur ekonomi nasional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Baca Juga
Hambat Hilirisasi, Menteri Investasi Asean Minta Global Minimum Tax Dikaji Ulang
Diskusi membahas berbagai tantangan yang dihadapi, agar momentum pertumbuhan ekonomi pasca pandemi dapat terus terpelihara di tengah kinerja ekspor yang menurun karena melemahnya perekonomian global dan menurunnya harga komoditas.
Dalam konteks tersebut, diupayakan agar sumber-sumber pertumbuhan ekonomi domestik dapat terus diperluas, termasuk melalui dukungan dari pembiayaan perbankan utamanya di sektor hilirisasi.

