Asuransi Astra Harap Lini Kesehatan Bisa ‘Ngegas’ di 2024
JAKARTA, Investortrust.id - PT Asuransi Astra Buana (Asuransi Astra) memproyeksikan lini usaha asuransi kesehatan miliknya bisa ‘ngegas’ di tahun depan, seiring dengan kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang semakin meningkat pasca pandemi Covid-19.
“Jadi membuat biaya asuransi itu meningkat. Saya melihat tahun depan itu akan sama karena orang sekarang nyaman balik ke rumah sakit tapi sudah mulai terjadi stabilisasi. Berbeda saat pandemi 2020-2021, ketika 2022 pandemi menjadi endemi mereka buru-buru ke rumah sakit. Tapi mungkin di 2024 akan lebih stabil angkanya dan klaimnya,” ucap Presiden Direktur Asuransi Astra, Christopher Pangestu, kepada wartawan di Jakarta, Kamis (9/11/2023).
Baca Juga
Kinerja On-Track, Asuransi Astra Optimistis Cetak Pendapatan Premi Rp 6 Triliun
Merujuk laporan keuangan publikasi di laman resmi Asuransi Astra, premi bruto Perusahaan tumbuh 19,48% secara tahunan menjadi Rp4,50 triliun pada September 2023. Menurut Christopher, besaran premi tersebut masih disumbang dari tiga besar lini bisnis, secara berurutan yakni, otomotif, properti, dan kesehatan. Namun, ia tidak menjelaskan secara rinci presentase besarannya.
“Saya pikir di tahun depan, tiga lini ini masih akan menjadi tiga kontributor terbesar, karena memang portofolio kita sudah cukup matang. Asuransi Astra juga sudah cukup mature dalam penetrasi di market,” katanya.
Baca Juga
Christopher berharap lini asuransi kesehatan bisa berlari kencang di tahun depan, bahkan pangsa preminya bisa menyalip lini properti. Tetapi yang paling utama, ia berharap semua lini bisnis bisa tumbuh.
“Pemicunya business development. Kan kita mengembangkan usaha, karena sebagian besar masih dari Grup Astra dan pengembangan non Astra-nya masih besar. Kita masih bisa kembangkan lebih besar lagi. Memang tadi tantangannya banyak seperti persaingan dan segala macam, tapi saya berharap dia (kesehatan) akan bisa besar,” tegasnya.(CR-13)

