Jelang Rilis Inflasi Agustus, Rupiah Melemah Pagi Ini
JAKARTA, investortrust.id – Menjelang rilis data inflasi Agustus 2023 oleh Badan Pusat Statistik hari ini, mata uang Garuda melemah 0,04% atau 6,5 poin terhadap dolar Amerika Serikat Jumat (01/09/2023) pagi. Pada pukul 09.30 WIB, Bloomberg mencatat, kurs rupiah sebesar Rp 15.236,5 per dolar AS.
Sementara itu, secara year to date, rupiah menguat 2,29% dibanding akhir 2022 berdasarkan data Reuters, di tengah tren inflasi yang menurun. Bank Indonesia menyatakan inflasi di Tanah Air trennya menurun lebih cepat dari prediksi semula, dan sudah berada dalam sasaran inflasi Bank Sentral.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, Indeks Harga Konsumen (IHK) Indonesia yang turun ke 3,08% pada Juli 2023, dari 5,51% akhir 2022, termasuk salah satu yang terendah di dunia. Bank Indonesia menyatakan inflasi turun lebih cepat dan telah kembali pada sasarannya tiga plus minus satu persen tahun ini.
Baca Juga
"Pada Juli 2023, inflasi turun dari 5,51% pada akhir 2022 menjadi 3,08% year on year. Penurunan inflasi tersebut terjadi di seluruh kelompok, termasuk inflasi inti, harga pangan yang bergejolak, maupun harga yang diatur oleh pemerintah," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi 2023 di Jakarta, Kamis (31/08/2023).
Bank Sentral memperkirakan inflasi pada sisa tahun 2023 akan tetap terkendali dalam sasaran tiga plus minus satu persen, bahkan akhir tahun 2023 kemungkinan di sekitar 3%. Inflasi ini masih perlu diturunkan menjadi sasaran 2,5 plus minus satu persen pada 2024.

