Yield SBN Naik, Asing Pegang Rp 842 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah atau Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun berdenominasi rupiah meningkat 10 basis poin (bps) selama Februari ke level 6,62%. Adapun yield obligasi bertenor 10 tahun berdenominasi dolar (INDON) naik 5,3 bps ke posisi 4,93%.
Investor asing masing memegang SBN sebesar Rp 842,3 triliun hingga 6 Februari 2024. Itu merefleksikan 14,7% dari total outstanding SBN. Sejak awal bulan, asing mencatat beli bersih di SBN sebesar Rp 0,4 triliun.
Sedangkan nilai tukar rupiah terdepresiasi 1,6% sejak awal tahun, namun terapresiasi 0,9% (mtd) ke level 15.635 pada penutupan Rabu.
Adapun indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia pada penutupan Rabu (7/2/2024) turun 0,2% ke 7.235,2, karena aksi ambil untung setelah sehari sebelumnya investor banyak mereguk untung. Sejak awal tahun, IHSG sedikit terkoreksi sebesar 0,5% (ytd).
Selama Februari ini, investor asing mencatat pembelian bersih sebesar Rp 4 triliun atau net inflow sebesar Rp 12,4 triliun sejak awal tahun (ytd).
Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) mengisyaratkan bahwa suku bunga belum akan diturunkan selama belum ada kepercayaan bahwa laju inflasi akan turun mendekati 2%.
Neraca perdagangan Amerika Serikat defisit sebesar US$ 63,2 miliar pada November, karena turunnya ekspor dan impor sekaligus.

