Tumbuh 13,6%, BNI Kucurkan Green Loan Rp 67,9 Triliun Tahun 2023
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatat pertumbuhan pembiayaan hijau atau green loan sebesar 13,6% secara tahunan menjadi Rp 67,9 triliun di tahun 2023.
“Dari sisi pembiayaan, BNI terus mengupayakan peningkatan pembiayaan green loan,” ujar Direktur Risk Management BNI, David Pirzada, dalam konferensi pers, dikutip Senin (29/1/2024).
Dalam mendorong green loan tersebut, pihaknya menetapkan insentif keringanan bunga, khusus untuk empat kategori green loan, seperti energi terbarukan, transportasi ramah lingkungan, bangunan berwawasan lingkungan, serta pengelolaan sumber daya alam (SDA).
Baca Juga
Sebagaimana diketahui, green loan merupakan suatu bentuk pembiayaan yang memungkinkan peminjam (debitur) menggunakan biaya yang diperoleh untuk mendanai proyek-proyek yang memberikan kontribusi besar terhadap tujuan lingkungan.
“Di sisi lain, BNI mampu mengoptimalkan penyaluran green bond (pendanaan hijau) sebesar Rp 5 triliun ke sektor energi terbarukan, transportasi ramah lingkungan, pengelolaan sampah, bangunan berwawasan lingkungan, dan pengelolaan sumber daya alam,” kata David.
Penyaluran green bond ini, lanjutnya, sukses berkontribusi dalam mengurangi emisi gas rumah kaca, produksi energi bersih, menghemat energi, mendaur ulang sejumlah limbah, serta memelihara keberlanjutan SDA.
Baca Juga
Sementara itu, pihaknya juga memiliki perhatian khusus pada risiko transisi yang dihadapi debitur dan telah menerapkan sustainability link loan (SLL) untuk mendorong penerapan environmental, social and governance (ESG), termasuk di dalamnya transisi energi oleh debitur.
“Sampai dengan 2023, BNI telah menyalurkan sustainability link loan senilai Rp 4,6 triliun,” pungkas David.

