Moody's Pangkas Rating 10 Bank AS, Ada Nama Besar Dapat Opini Negatif
JAKARTA, investortrust.id - Lembaga rating Moody's Investors Service bikin geger ekonomi dunia setelah Fitch Ratings memangkas peringkat utang jangka panjang AS. Terbaru, Moody’s memangkas peringkat sejumlah bank kecil dan menengah Amerika Serikat. Tak hanya itu, beberana nama beken di Wall Street masuk daftar tinjauan negatif.
Sebanyak 10 bank dimaksud diganjar penurunan satu tingkat. Sementara beberapa nama sohor di New York Stock Exchange seperti Bank of New York Mellon, U.S. Bancorp, State Street, Truist Financial, Cullen/Frost Bankers, dan Northern Trust dilaporkan sedang ditinjau. Besar kemungkinan nama-nama ini akan mengalami penurunan peringkat.
Moody's juga mengubah pandangan dari positif menjadi negatif untuk 11 bank. Beberapa nama yang masuk kategori ini seperti Capital One, Citizens Financial, dan Fifth Third Bancorp.
Sementara itu, pada daftar bank-bank kecil yang menerima penurunan peringkat resmi seperti M&T Bank, Pinnacle Financial, BOK Financial, dan Webster Financial.
"Bank-bank AS terus menghadapi risiko tingkat suku bunga dan manajemen aset-liabilitas (ALM) yang berdampak pada likuiditas dan modal, karena pengurangan kebijakan moneter yang tidak konvensional mengurangi simpanan di seluruh sistem dan suku bunga yang lebih tinggi menekan nilai aset dengan suku bunga tetap," ujar analis Moody's Jill Cetina dan Ana Arsov dalam catatan penelitian seperti dilansir CNBC International.
Menurut dua analis ini, hasil kuartal kedua banyak bank menunjukkan tekanan profitabilitas yang semakin meningkat. Hal ini akan mengurangi kemampuan mereka untuk menghasilkan modal internal.
“Ini datang ketika resesi ringan di AS diperkirakan akan terjadi pada awal 2024 dan kualitas aset terlihat akan turun dari level yang solid namun tidak bisa dipertahankan, dengan risiko khusus dalam portofolio real estat komersial (CRE) beberapa bank," tulis keduanya.
Bank-bank regional AS menjadi sorotan pada awal tahun ini setelah keruntuhan Silicon Valley Bank dan Signature Bank memicu penarikan dana di seluruh sektor. Ketakutan akhirnya menyebar ke Eropa dan mengakibatkan penyelamatan darurat bagi raksasa Swiss, Credit Suisse, oleh pesaing domestiknya, UBS.
Moody's memperingatkan bahwa bank-bank dengan kerugian yang belum direalisasikan yang tidak tercakup oleh rasio modal regulasi mereka masih rentan terhadap kerugian. Catatan ini disampaikan di tengah upaya otoritas melakukan upaya besar untuk mengembalikan kepercayaan.
Pada bulan Juli lalu, Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan menjadi kisaran 5,25%-5,5%. Kebijakan itu diambil setelah The Fed memperketat kebijakan moneter secara agresif selama setahun setengah. Langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk mengendalikan laju inflasi.
"Kami mengharapkan risiko ALM bank-bank akan semakin diperburuk oleh peningkatan signifikan dalam tingkat kebijakan Federal Reserve serta pengurangan berkelanjutan dalam cadangan sistem perbankan di Fed dan, terkait dengan hal tersebut, simpanan karena QT yang berkelanjutan," demikian Moody's.

