Aktif Tambah Fitur, Livin’ by Mandiri Tembus 24 Juta Pengguna per 1 April 2024
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatat jumlah pengguna layanan digital Livin’ by Mandiri mencapai 24 juta per 1 April 2024. Dari jumlah tersebut, sebanyak 60% hingga 80% merupakan user aktif.
Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk, Darmawan Junaidi mengatakan, pertumbuhan pesat jumlah pengguna Livin terjadi sejak super app ini diluncurkan pada Oktober 2021.
Sebelum merilis Livin, layanan digital Bank Mandiri bernama Mandiri Online hanya memiliki jumlah pengguna sekitar 4 juta hingga 5 juta. “Sejak kita ganti dari Mandiri Online menjadi Livin jumlah user layanan digital terus meningkat,” ujar Darmawan, dalam acara Silaturahmi Ramadan Manajemen Bank Mandiri bersama pemimpin redaksi media massa nasional di Jakarta, Senin (1/4/2024).
Baca Juga
Saham Bank Jumbo Dilepas Asing, Bos Bank Mandiri: Kesempatan 'Time to Buy'
Dalam dua tahun sejak diluncurkan pada Oktober 2021, dikatakan Darmawan per Oktober 2022, pengguna Livin tercatat mencapai 22 juta. “Terus meningkat menjadi 23 juta user pada akhir tahun 2023, dan kini di awal April 2024 sudah tembus 24 juta user,” urai Darmawan.
Bukan hanya jumlah user, frekuensi dan volume transaksi Livin juga mengalami peningkatan pesat. Saat masih bernama Mandiri Online, frekuensi transaksi rata-rata hanya sekitar 4 hingga 5 per account per bulan, sementara saat Livin dirilis, terjadi lonjakan penggunaan layanan digital menjadi 30 kali per account per bulan.
Darmawan menyebut, pesatnya jumlah user dan penggunaan layanan elektronik tersebut terutama didukung oleh penambahan fitur.
Saat baru dirilis tahun 2021, Livin hanya memiliki 43 fitur, maka pada tahun 2022 bertambah menjadi 65 fitur dan terus meningkat menjadi lebih 100 fitur pada tahun 2023.
Baca Juga
“Sekarang banyak sekali fitur yang bisa digunakan oleh pemegang rekening di Livin. Bisa top up e-work, e-money, bisa juga investasi, transfer valas yang cross border remittance, bisa juga untuk mengisi rekening investasi (RDN), transaksi saham, maupun mencairkan voucher game. Bahkan untuk obligasi sekarang sudah bisa investasi di Livin,” urai Darmawan.
Layanan tadi di luar transaksi yang sudah biasa tersedia di aplikasi perbankan seperti fitur pembelian tiket, beli obat di apotek, voucher games dan lainnya.
Berkat inovasi Livin, Darmawan menyebut para nasabah kini cenderung menyimpan semua dananya di Livin, alhasil pertumbuhan tabungan Bank Mandiri mampu melampaui industri.
Saat ini kata Darmawan, berkat Livin pangsa pasar dana murah Bank Mandiri sudah yang terbesar di industri sebesar 18%, meningkat dari 14% market share pada tahun 2020.
Bahkan, 95% transaksi Bank Mandiri bisa dilakukan secara digital melalui Livin, sehingga akan mengurangi peran kantor cabang atau transaksi offline. Adapun para karyawan di kantor cabang menurut Darmawan bisa dialihkan sebagai marketing atau operasional lainnya.
Sebagai catatan, sepanjang tahun 2023 jumlah dana pihak ketiga (DPK) Bank Mandiri mencapai Rp 1.577 triliun. Perolehan DPK tersebut naik 5,78% secara tahunan (yoy).
Pertumbuhan DPK tadi didorong oleh peningkatan dana murah yang tumbuh sebesar 7,05% yoy, ditopang oleh pertumbuhan giro sebesar 7,92% yoy menjadi Rp 585 triliun dan tabungan yang meningkat 6,19% yoy menjadi Rp 587 triliun.

