Demi Kenyamanan Nasabah, Bank Muamalat Kembangkan QRIS
JAKARTA, Investortrust.id - PT Bank Muamalat Indonesia kini menjadikan QRIS sebagai prioritas untuk dikembangkan agar para nasabahnya semakin nyaman menggunakan mobile banking.
“Pay later tidak menjadi prioritas menurut kami. Tapi yang prioritas adalah seperti QRIS. Yang akan kita kembangkan QRIS TUNTAS dan sebagainya, termasuk QRIS Cross-border,” kata Direktur Operasi dan Digital PT Bank Muamalat Indonesia, Wahyu Avianto saat ditemui di acara Digital Banking Awards 2023, Kamis (14/12/2023).
Wahyu menjelaskan, pemilik Bank Muamalat saat ini adalah BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji), sehingga sekarang mereka sangat berkeinginan supaya QRIS Cross-border bisa dibuka oleh Bank Indonesia agar nasabah Bank Muamalat tetap mudah bertransaksi saat melawat ke negara Timur Tengah atau Arab Saudi.
Baca Juga
Raih Digital Banking Awards 2023, Bank Muamalat Ungkap Strategi Akselerasi Digitalisasi
“Sehingga jemaah haji bisa bertransaksi dengan mudah menggunakan mobile banking melalui QRIS. Nah itu salah salah satu yang menjadi prioritas,” ungkap Wahyu Avianto.
Disebutkan oleh Wahyu bahwa saat ini Bank Muamalat memiliki 1,5 juta nasabah, dengan pengguna mobile banking sebanyak 40%-50% dari jumlah tersebut. Menariknya, selalu ada peningkatan penggunaan fitur dari para user setiap bulannya.
Wahyu memaparkan, di bulan pertama fitur yang digunakan para user mobile banking Bank Muamalat hanya sekitar 3-5. Tapi di bulan kedua mereka langsung bisa menikmati tambahan fitur hingga 8-10 fitur. Implikasinya yang diterima oleh Bank Muamalat dari penambahan fitur ini adalah peningkatan jumlah transaksi nasabah lewat mobile banking.
Baca Juga
37 Bank Raih Digital Banking Awards 2023, BRI Sabet Best of The Best
“Jadi dengan demikian kalau kita lihat, ketika sudah on boarding masuk sebagai nasabah menggunakan mobile banking, mereka merasakan kenyamanan sehingga memperbanyak transaksinya di Bank Muamalat,” jelas Wahyu Avianto.
Kendati demikian, Wahyu tidak memungkiri terdapat tantangan penting yang mesti diwaspadai di tengah kemajuan digitalisasi perbankan saat ini. Terutama adalah terkait dengan security atau keamanan.
“Security menjadi isu terkait kemajuan teknologi, informasi, dan digitalisasi. Yang kedua adalah perlindungan data nasabah. Sehingga bank tidak hanya sekedar meningkatkan digitalisasi, tapi juga keamanan cyber security dan perlindungan nasabah juga harus kita perkuat,” sebutnya. (CR-8)

