Bank Muamalat Bidik Pertumbuhan KPR Double Digit Capai Rp 5,3 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menargetkan pertumbuhan pembiayaan kepemilikan rumah atau KPR tumbuh double digit, menjadi Rp 5,3 triliun tahun ini. Kebutuhan perumahan di Indonesia masih sangat besar.
SEVP Retail Banking Bank Muamalat Dedy Suryadi mengatakan, pihaknya optimistis target tersebut dapat tercapai, mengingat kebutuhan perumahan di Indonesia masih sangat besar. Selain itu, kesenjangan kebutuhan hunian atau backlog masih cukup tinggi.
”Strategi bisnis kami tetap fokus pada segmen retail individual, di mana KPR akan menjadi salah satu kontributor terbesar. Tahun ini kami targetkan bisnis KPR tumbuh dua digit dengan target booking naik tujuh kali lipat dibandingkan pencapaian tahun lalu,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (15/2/2024).
Baca Juga
Di Atas Rata-rata Industri, Pertumbuhan Kredit BTN (BBTN) Capai 11,9% di 2023
Spesial Hijrah
Untuk menggenjot bisnis KPR, lanjut Dedy, pihaknya akan menjalankan sejumlah strategi. Salah satunya melalui program pricing khusus spesial hijrah fixed long tenor, yang memberikan kepastian pembayaran angsuran selama tenor hingga 15 tahun.
“Selain itu, ada program marjin berjenjang mulai setara 3,88% efektif pa untuk pembelian rumah baru, dari pengembang rekanan Bank Muamalat. Atau, take over dari bank lain,” katanya.
Baca Juga
Permintaan KPR Tumbuh, Laba Bersih BTN Syariah Naik 2 Kali Lipat
Ia mengatakan, penguatan strategi lainnya untuk optimalisasi KPR adalah dengan memperbanyak rekanan pengembang dan agen properti. Di samping itu, akan mengoptimalkan penjualan melalui telesales dan branch sales officer (BSO).
“Bank Muamalat juga telah melakukan peningkatan service level agreement (SLA) menjadi 3-5 hari kerja. Peningkatan SLA tersebut berkaitan erat dengan inisiatif pembangunan customer processing center (CPC),” tutur Dedy.

