BRI Finance Catat Lonjakan Laba Bersih 21,68% Jadi Rp 101,89 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – Perusahaan pembiayaan, PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) merangkum laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 101,89 miliar pada tahun buku 2023, mencerminkan lonjakan sebesar 21,68% secara year on year (yoy).
Pada tahun sebelumnya, BRI Finance tercatat meraih laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 83,83 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan BRI Finance yang dipublikasikan, Rabu (13/3) disebutkan, pertumbuhan laba bersih sejalan dengan peningkatan pendapatan yang mencapai 38,98% yoy menjadi Rp 1,23 triliun pada tahun buku 2023, dibanding periode yang sama tahun 2022 sebesar Rp 890,58 miliar.
Baca Juga
Seiring lonjakan pendapatan, Perseroan mencatat kenaikan beban pendanaan dan gaji, tunjangan, administrasi dan beban lainnya sebesar Rp 1,10 triliun, meningkat 42,26% yoy dari total beban tahun buku 2022 yang tercatat sebesar Rp 776,43 miliar.
Sehingga EBITDA yang diperoleh tercatat naik menjadi Rp 132,61 miliar tahun buku 2023 dari Rp 114,15 miliar di tahun buku 2022.
Sementara dari sisi aset, anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) tersebut berhasil meningkat sebesar 27,72% yoy menjadi Rp 9,06 triliun per 31 Desember 2023 dibanding Rp 7,32 triliun pada 31 Desember 2022.
Adapun total liabilitas mengalami kenaikan menjadi Rp 7,74 triliun per 31 Desember 2023 dari Rp 6,10 triliun pada 31 Desember 2022. Sedangkan total ekuitas tercatat tumbuh menjadi Rp 1,32 triliun per 31 Desember 2023 dari Rp 1,22 triliun pada 31 Desember 2022.
Baca Juga
Sebelumnya, Direktur Operasional PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance), Willy Halim Sugiardi menargetkan jumlah pembiayaan baru tahun ini tumbuh mencapai 20%. Segmen konsumer akan menjadi pendorong utama pertumbuhan.
“Pertumbuhan positif BRI Finance di tahun 2023 ini memberikan semangat dan optimisme bagi perusahaan untuk mencapai target pertumbuhan pembiayaan baru sekitar lebih dari 20% di tahun 2024,” ujarnya, dalam keterangan resmi, Rabu (17/1/2024).
Untuk mencapai target tersebut, lanjut Willy, pihaknya akan mempertahankan fokus strategi pada segmen konsumer sebagai katalisator utama. Sementara itu, untuk mengakselerasi pertumbuhan bisnis, BRI Finance akan fokus pada dua segmen yang dianggap potensial, yaitu pembiayaan mobil bekas dan dana.

