Wadirut Bank Mandiri Beberkan Potensi Akuisisi Bank Digital
Beruntung, terjadinya pandemi Covid-19 mendorong perbankan semakin mengakselerasi digitalisasi dalam bisnis prosesnya. “Masa Covid yang lalu itu mendorong kita semua untuk berbenah diri. Kami pun memang tadinya sudah punya inisiatif terkait perkembangan digitalisasi dan ini diakselerasi di masa Covid,” ujarnya, belum lama ini.
Di saat bersamaan, Bank Mandiri juga telah mengonversi 241 cabang konvensionalnya menjadi smart branch. Tampilannya sudah beda sekali dengan cabang-cabang yang lama, bahkan untuk cabang-cabang tertentu berupa platform digital saja.
Baca Juga
Pamor Bank Digital Naik
Di era sekarang, kata dia, pamor bank digital juga tengah meninggi, seiring kemudahan berbagai layanan yang ditawarkan kepada nasabah. Sedang menjadi tren pula, bank-bank besar mengakuisisi bank lebih kecil untuk dijadikan bank digital atau mencaplok murni bank digital.
Alexandra mengatakan, potensi Bank Mandiri untuk melakukan akuisisi terhadap bank digital masih tetap terbuka ke depan. “(Akuisisi bank digital) tentunya sangat terbuka, tapi mungkin secara spesifik belum bisa saya share,” ujarnya.
Baca Juga
Bank Mandiri Sebut Bisnis Perbankan Masih Moncer, Ini Indikasinya
Ia menegaskan, saat ini, pihaknya terus berfokus dalam peningkatan digitalisasi sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan finansial nasabah. Hal ini berbuah manis, buktinya aplikasi digital milik Bank Mandiri, yaitu Livin, mengalami pertumbuhan pengguna sangat pesat.
“Pada saat kami launching, di angka enam juta user. Di akhir tahun lalu sudah mencapai 23 juta user,” ujar Alexandra.

