Harga Emas Antam Turun Jadi Rp 1.343.000 di Awal Pekan, Saatnya Beli?
Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam terkoreksi di awal pekan ini, Senin (22/4/2024). Penurunan harga emas ini mematahkan tren penguatan harga emas yang terjadi sepanjang pekan lalu.
Di mana, harga emas Antam selama sepekan melesat Rp 37.000 per gram atau gapai rekor baru tertinggi sepanjang sejarah. Begitupun dengan harga buyback atau harga jual bagi para pemegang emas Antam yang naik sebesar Rp 41.000 per gram dalam sepekan ini.
Mengutip laman Logam Mulia, Senin (22/4/2024) harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 1.343.000. Harga ini turun Rp 4.000 jika dibandingkan dengan harga yang dicetak pada Minggu (21/4/2024) yang berada di level Rp 1.347.000 per gram.
Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp 1.238.000 per gram. Harga tersebut juga turun Rp 4.000 jika dibandingkan dengan harga buyback pada hari kemarin yang ada di Rp 1.242.000 per gram.
Baca Juga
Harga Emas Batangan Antam Konsolidasi, Turun Rp 4.000 per Gram
Berikut harga emas batangan Antam dalam pecahan lainnya per Senin ini dan belum termasuk pajak:
- Harga emas 0,5 gram: Rp 721.500
- Harga emas 1 gram: Rp 1.343.000
- Harga emas 5 gram: Rp 6.490.000
- Harga emas 10 gram: Rp 12.925.000
- Harga emas 25 gram: Rp 32.187.000
- Harga emas 50 gram: Rp 64.295.000
- Harga emas 100 gram: Rp 128.512.000
- Harga emas 250 gram: Rp 321.015.000
- Harga emas 500 gram: Rp 641.820.000
- Harga emas 1.000 gram: Rp 1.283.600.000
Baca Juga
Harga Saham Berguguran, eh Harga Emas malah Makin Berkilau, kok Bisa?
Philip Klapwijk, direktur pelaksana konsultan Precious Metals Insights Ltd yang berbasis di Hong Kong mengatakan, kenaikan emas ke level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 2.400 per ons tahun ini telah memikat pasar global. Tiongkok, produsen dan konsumen logam mulia terbesar di dunia, berada di garis depan dan pusat dari peningkatan yang luar biasa ini.
“Memburuknya ketegangan geopolitik, termasuk perang di Timur Tengah dan Ukraina, dan prospek penurunan suku bunga AS, semuanya menambah nilai emas sebagai investasi,” ujarnya dikutip dari Bloomberg, Senin (22/4/2024).
Namun yang mendorong kenaikan tersebut adalah permintaan Tiongkok yang tak henti-hentinya, karena para pembeli ritel, investor dana, pedagang berjangka, dan bahkan bank sentral memandang emas batangan sebagai penyimpan nilai di masa yang tidak menentu.
Tiongkok dan India biasanya bersaing memperebutkan gelar pembeli terbesar di dunia. Namun hal tersebut berubah pada tahun lalu karena konsumsi perhiasan, batangan, dan koin Tiongkok melonjak hingga mencapai rekor tertinggi. Permintaan perhiasan emas Tiongkok naik 10% sementara India turun 6%. Sementara investasi batangan dan koin Tiongkok melonjak 28%.
Di tengah terbatasnya pilihan investasi di Tiongkok, krisis yang berkepanjangan di sektor properti, pasar saham yang bergejolak, dan melemahnya yuan adalah faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan permintaan.
“Ini mengarahkan uang ke aset yang dianggap lebih aman,” kata Philip.

