Freeport: Cadangan Mineral Tambang Grasberg Jauh Lebihi Usia IUPK 2041
JAKARTA, Investortrust.id - PT Freeport Indonesia mengungkap cadangan mineral tambang bawah tanah Grasberg di Papua masih melimpah. Bahkan cadangannya masih bisa ditambang jauh melebihi usia izin usaha pertambangan khusus (IUPK) milik Freeport yang kedaluwarsa pada 2041.
Vice President Government Relation & Smelter Technical Support PT Freeport Indonesia, Harry Pancasakti menyebut cadangan mineral di tambang bawah tanah Grasberg mencapai 1,6 miliar ton.
Baca Juga
Freeport Dukung Relaksasi Aturan Perpanjangan IUPK, Investasi Tambang Bawah Tanah Butuh 12-15 Tahun
"Cadangan yang dimiliki sekarang jauh melebihi usia izin pada 2041," kata Harry saat menjadi pembicara dalam forum Indonesia Mineral and Energy Conference yang digelar Aspebindo (Asosiasi Pemasok Energi Mineral dan Batu Bara Indonesia) di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (19/12/2023).
Dia menegaskan cadangan mineral yang sangat besar itu mampu berkontribusi signifikan terhadap pendapatan negara melalui program hilirisasi. Cadangan provennya (terbukti) bahkan bisa menyumbang sekitar US$ 80 miliar pada periode 2018-2041.
"Dan US$ 4 miliar per tahun jika dilanjutkan (IUPK)," tuturnya.
Baca Juga
Miliki Sirkulasi Udara Bagus, Tambang Batu Bara Bawah Tanah di Kalsel Mirip Freeport
Harry menjelaskan kini PT Freeport Indonesia 100% menjalankan usaha pertambangan di tambang bawah tanah Grasberg. Dia menegaskan tambang terbuka sudah tak lagi dilakukan di Grasberg.
"Produksi sudah 100% tambang bawah tanah sehingga open pit selesai. Freeport bisa menghasilkan 200.000 ton biji per hari dan secara longterm bisa mencapai 240.000 per hari," jelasnya. CR-14

