IFG dan Berdaya Bareng Perluas Peluang Pasar UMKM Inklusif
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indonesia Financial Group (IFG) bersama Berdaya Bareng menyiapkan bantuan modal usaha berupa barang bagi tujuh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perempuan dan penyandang disabilitas melalui program KolaborAKSI: UMKM Naik Kelas, Semua Berdaya.
Bantuan tersebut diberikan berdasarkan kebutuhan masing-masing usaha setelah melalui proses seleksi dan final pitching proposal bisnis yang menjadi bagian dari rangkaian program KolaborAKSI.
Sebanyak 13 pelaku UMKM sebelumnya mengikuti praktik pitching proposal bisnis pada September 2026. Peserta terdiri atas 11 pelaku usaha makanan dan minuman, satu pelaku usaha kriya atau kerajinan, serta satu pelaku usaha jasa.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 12 peserta terpilih untuk mengikuti tahap final pitching dalam kegiatan inaugurasi program lanjutan KolaborAKSI yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Adapun jumlah tersebut berasal dari 35 UMKM di Jabodetabek yang telah dibina pada tahun 2025 dan terlah dikurasi menjadi 13.
Baca Juga
IFG Gelar Bike for Charity 2026 di Tasikmalaya, Diikuti 4.000 Pesepeda
Dalam tahap final pitching, peserta mempresentasikan rencana pengembangan usaha di hadapan dewan juri. Mereka juga memperoleh masukan untuk mengevaluasi strategi bisnis dan meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha.
Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan IFG Denny S. Adji mengatakan, pengembangan UMKM membutuhkan dukungan yang tidak hanya terbatas pada pelatihan, tetapi juga pendampingan dan akses pasar.
"Melalui KolaborAKSI, IFG berkomitmen memperluas kesempatan bagi pelaku UMKM, termasuk penyandang disabilitas, untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing usaha," ujar Denny.
Program KolaborAKSI telah dimulai sejak 19 Agustus 2026 melalui rangkaian pembelajaran dan penguatan kapasitas bagi pelaku UMKM perempuan dan penyandang disabilitas di wilayah penunjang DKI Jakarta.
Salah satu materi yang diberikan adalah pemanfaatan media sosial untuk pemasaran produk. Dalam kegiatan inaugurasi, peserta mengikuti seminar bertajuk "Dari Produk Jadi Konten: Cara UMKM Menarik Pelanggan Lewat Media Sosial".
Materi tersebut membahas strategi mengolah informasi produk, proses produksi, dan pengalaman pelanggan menjadi konten pemasaran untuk membangun kepercayaan serta menjangkau calon konsumen.
Baca Juga
Baru 9% Anak Muda Punya Asuransi, IFG Life Dorong Proteksi Sejak Dini
Kegiatan tersebut juga menghadirkan Mini Showcase UMKM sebagai sarana memperkenalkan produk dan memperluas jejaring pasar. Program ini turut melibatkan IFG Disability Community yang menaungi karyawan penyandang disabilitas di lingkungan ekosistem IFG.
Co-Founder Berdaya Bareng Fany Efrita mengatakan, pemberdayaan UMKM perlu disertai kesempatan bagi pelaku usaha untuk mengembangkan kapasitas bisnis dan mengakses peluang pasar. Dalam pelatihan tersebut, peserta juga diberikan tips dan trik mengelola usaha, mulai dari membagi waktu hingga mengalokasikan dana. Hal ini dinilai penting, terutama bagi orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus karena mereka juga harus mengalokasikan biaya tambahan untuk kebutuhan terapi anak. Program ini tidak hanya menyasar perempuan, tetapi juga melibatkan kaum ayah yang berperan sebagai sistem pendukung (support system) bagi anggota keluarga penyandang disabilitas.
Sementara itu, Kepala Bidang Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta Juremi menjelaskan, pemerintah daerah memiliki program Jakarta Entrepreneur dengan konsep Tujuh Langkah Pasti Akan Sukses (7 Pas), yang mencakup pendaftaran, pelatihan, pendampingan, perizinan, pemasaran, pelaporan keuangan, dan permodalan. Program tersebut dapat diakses oleh pelaku UMKM penyandang disabilitas maupun non-disabilitas sesuai kebutuhan dan tahapan pengembangan usaha masing-masing. Dari sisi pemasaran, pemerintah menyediakan akses pasar secara offline melalui kegiatan di tingkat kecamatan, kota, hingga provinsi, serta secara online melalui platform e-Order.
Melalui e-Order, kebutuhan konsumsi rapat dan pertemuan di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diprioritaskan menggunakan produk UMKM binaan. Sepanjang 2025, transaksi melalui program tersebut mencapai sekitar Rp375 juta.
