Makmur Jadi APERD Pertama yang Hadirkan K-CASH KSEI
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) menjadi agen penjual efek reksa dana (APERD) pertama yang menghadirkan K-CASH, sistem pengelolaan dana transaksi reksa dana milik PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Layanan K-CASH dirilis secara bertahap kepada investor Makmur dan tersedia untuk sejumlah produk reksa dana dari manajer investasi tertentu. Cakupan produk akan terus diperluas.
Sebelumnya, setiap pembelian reksa dana membutuhkan transfer dari rekening bank investor ke rekening reksa dana di bank penampung atau virtual account, dan hasil penjualan reksa dana kembali masuk ke rekening bank investor. Ini berarti investor harus mentransfer dana lagi untuk berinvestasi ulang.
Dengan K-CASH, dana hasil penjualan reksa dana bisa disimpan di rekening atas nama investor di KSEI dan siap dipakai kembali untuk membeli reksa dana. Penerapan K-CASH di Makmur merupakan hasil kolaborasi antara Makmur dan KSEI, bersama manajer investasi dan bank kustodian sebagai mitra dalam ekosistem reksa dana.
Baca Juga
KSEI Luncurkan Aplikasi Transaksi Reksa Dana K-CASH, Ini Keunggulannya
Para pihak menyelaraskan sistem dan proses penyelesaian transaksi sejak tahap pilot, sehingga dana investor dapat bergerak antara K-CASH dan produk reksa dana secara tercatat dan terintegrasi. Dalam satu ekosistem, investor dapat melakukan deposit dan penarikan saldo K-CASH, serta pembelian (subscription) dan penjualan kembali (redemption) produk reksa dana yang telah terintegrasi dengan K-CASH.
K-CASH diluncurkan KSEI pada 18 Desember 2024 sebagai metode alternatif dari mekanisme virtual account dalam transaksi reksa dana. Sistem ini memungkinkan investor fund unit account (IFUA) di S-INVEST, yang sebelumnya hanya mencatat kepemilikan unit reksa dana, untuk turut menampung dana investor. Makmur terlibat sejak tahap awal sebagai salah satu APERD fintech dalam pilot project pengembangan K-CASH, dan pada Desember 2024 menerima penghargaan dari KSEI atas kontribusinya.
Kini, Makmur menjadi APERD pertama yang membawa K-CASH dari tahap pilot ke layanan komersial bagi investor. Langkah ini hadir di tengah pertumbuhan industri reksa dana yang pesat.
Data KSEI mencatat jumlah investor reksa dana mencapai 30,87 juta per akhir September 2026, naik 60,8% dibandingkan akhir 2025. Aktivitas transaksi juga meningkat signifikan. Sepanjang 2026 hingga September, tercatat 43,55 juta transaksi pembelian dan penjualan kembali reksa dana, melampaui total sepanjang 2025 sebesar 30 juta transaksi. Setiap transaksi tersebut melibatkan perpindahan dana, sehingga infrastruktur yang menopangnya menjadi semakin penting.
Keamanan, kepraktisan, dan efisiensi dalam Satu Sistem
K-CASH menawarkan tiga manfaat utama baik bagi investor maupun pelaku industri reksa dana.
Keamanan, penyelesaian dana dilakukan dalam uang bank sentral (central bank money) melalui Bank Indonesia (BI). Dana transaksi tercatat dalam IFUA atas nama masing-masing investor di KSEI. Pencatatan ini memberikan transparansi atas posisi dan mutasi dana, sekaligus memudahkan investor memantau alur dana transaksi reksa dana.
Kepraktisan. Hasil penjualan kembali reksa dana dapat masuk ke saldo K-CASH dan langsung digunakan untuk berinvestasi kembali tanpa perlu transfer ulang dari rekening bank. Investor tetap dapat memilih agar hasil penjualan masuk ke rekening bank yang terdaftar, dan dapat menarik saldo K-CASH ke rekening bank miliknya.
Efisiensi. K-CASH hadir sebagai metode alternatif pembayaran untuk pembelian (subscription) reksa dana selain virtual account, dengan pencocokan dana dan transaksi atas nama investor yang dilakukan secara otomatis. Hasil penjualan kembali (redemption) reksa dana yang masuk ke K-CASH tidak dikenakan biaya transfer antarbank, sementara penarikan (withdrawal) saldo K-CASH hingga Rp250 juta ke rekening bank melalui BI-FAST hanya dikenakan biaya Rp250 per transaksi.
Alur Dana yang Lebih Ringkas dan Terukur
Direktur dan Chief Investment Officer PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) Stefanus Dennis Winarto menilai K-CASH memperkuat aspek investasi yang selama ini jarang diperhatikan investor, yaitu alur dana itu sendiri.
“Imbal hasil memang menjadi pertimbangan utama dalam berinvestasi reksa dana. Namun, pengalaman investor juga ditentukan oleh infrastruktur di baliknya, yaitu bagaimana dana bergerak setiap kali investor melakukan subscription dan redemption. K-CASH menyederhanakan alur perpindahan dana tersebut. Hasil redemption, misalnya, dapat langsung diinvestasikan kembali tanpa perlu transfer ulang dari rekening bank. Ini perubahan yang mungkin tidak terlihat di layar, tetapi terasa di setiap transaksi,” ujar Stefanus.
Menurutnya, efisiensi tersebut semakin relevan seiring meningkatnya volume transaksi.
“Di industri yang memproses puluhan juta transaksi setiap tahun dan terus meningkat, efisiensi infrastruktur penopangnya akan semakin penting. Fondasi infrastruktur untuk industri reksa dana yang semakin efisien dapat membuka ruang bagi industri untuk mengoptimalkan biaya operasional dan meningkatkan daya saing produk reksa dana bagi investor,” jelasnya.
Baca Juga
Makmur Resmi Luncurkan Fitur Investasi Saham, Gandeng OCBC Sekuritas
Stefanus menambahkan, sebagai pelopor penerapan K-CASH, Makmur tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
“Setiap transaksi melibatkan dana investor, sehingga keandalan sistem dan transparansi kepada investor menjadi prioritas kami. Karena itu, KCASH kami hadirkan secara bertahap. Kepercayaan dalam industri keuangan dibangun dari setiap transaksi yang berjalan dengan lancar,” tutur Stefanus.
