Kredit Maybank Indonesia (BNII) Tumbuh 6,8% Jadi Rp 128,39 Triliun di Kuartal III
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) atau Maybank Indonesia membukukan laba sebelum pajak (PBT) sebesar Rp1,43 triliun selama sembilan bulan pertama 2026. Sementara itu, laba setelah pajak dan kepentingan nonpengendali (PATAMI) tercatat sebesar Rp957 miliar.
Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan mengatakan, kinerja tersebut mencerminkan pertumbuhan bisnis inti perbankan yang didukung peningkatan kredit di berbagai segmen dan perbaikan komposisi pendanaan.
"Setelah menyelesaikan transformasi menjadi grup keuangan terintegrasi pada Agustus 2026, perseroan akan memperkuat kolaborasi antarentitas dan meningkatkan efisiensi operasional untuk mendukung pertumbuhan bisnis," ujarnya dalam siaran pers, Jumat (30/10/2026).
Sementara itu, Presiden Komisaris Maybank Indonesia Dato’ Zulkiflee Abbas Abdul Hamid menyatakan, Indonesia memiliki peran penting dalam strategi regional Maybank Group. Perseroan akan memanfaatkan konektivitas regional dan kapabilitas grup untuk memperluas peluang bisnis di pasar domestik.
Pendapatan operasional bruto (gross operating income/GOI) Maybank Indonesia tumbuh 0,4% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp7,28 triliun. Pertumbuhan tersebut didukung kenaikan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar 4,3% dan peningkatan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) sebesar 14 basis poin menjadi 4,4%.
Baca Juga
UBS AG Lepas Saham Bank Maybank (BNII) Rp 3,51 Triliun, Free Float Jadi 12,29%
Sementara itu, pendapatan nonbunga turun 8,5% YoY akibat penurunan pendapatan perdagangan (trading) Global Markets menjadi Rp97 miliar di tengah volatilitas pasar. Meski demikian, pendapatan dari aktivitas di luar Global Markets, termasuk bancassurance, reksa dana, jasa advisory, dan kontribusi anak usaha, tumbuh 2,3% menjadi Rp1,58 triliun.
Dari sisi biaya, beban overhead meningkat 2,6% YoY menjadi Rp5,15 triliun. Namun, beban pencadangan kerugian kredit turun 10,2% menjadi Rp749 miliar. Laba operasional sebelum pencadangan (pre provision operating profit/PPOP) tercatat sebesar Rp2,14 triliun.
Penyaluran kredit Maybank Indonesia hingga September 2026 mencapai Rp128,39 triliun, tumbuh 6,8% YoY. Kredit Global Banking meningkat 14,6% menjadi Rp57,35 triliun, terutama ditopang pertumbuhan segmen Large Local Corporates sebesar 48% dan Commercial Banking sebesar 20,6%.
Sementara itu, kredit Community Financial Services (CFS) tumbuh 1,2% menjadi Rp71,03 triliun. Pertumbuhan ditopang kredit SME Banking yang meningkat 9,6%, kredit otomotif sebesar 5,3%, serta kartu kredit dan kredit tanpa agunan (KTA) yang tumbuh 11%.
Dari sisi pendanaan, dana giro dan tabungan (current account and savings account/CASA) meningkat 16,7% YoY menjadi Rp79,81 triliun. Namun, total simpanan nasabah turun 4,9% menjadi Rp124,59 triliun seiring penurunan deposito berjangka sebesar 28,5%. Kondisi tersebut mendorong rasio CASA meningkat menjadi 64,1% dari 52,2% pada September 2025.
Baca Juga
Maybank Gandeng MHTC, Perluas Layanan Premier Banking ke Sektor Kesehatan
Kualitas aset juga membaik dengan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) bruto sebesar 2,1% dan neto 1,3%, dibandingkan masing-masing 2,4% dan 1,5% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Adapun total aset konsolidasian Maybank Indonesia mencapai Rp219,81 triliun pada September 2026. Secara individual, total aset bank tercatat Rp197,90 triliun atau tumbuh 7,4% YoY.
Pada sisi permodalan, rasio kecukupan modal (CAR) tercatat 24% dan rasio common equity tier 1 (CET1) sebesar 22,8%. Likuiditas juga terjaga dengan rasio loan-to-deposit ratio (LDR) individual sebesar 88,4%, liquidity coverage ratio (LCR) 170%, serta net stable funding ratio (NSFR) 110,8%.
Di segmen perbankan syariah, pembiayaan Maybank Indonesia tumbuh 18,4% YoY menjadi Rp32,46 triliun. Pertumbuhan tersebut didukung pembiayaan Global Banking Syariah yang meningkat 28% dan Community Financial Services Syariah sebesar 12,4%.
Rasio CASA perbankan syariah meningkat menjadi 70,8% dari 62,2% pada September 2025. Sementara itu, kualitas pembiayaan membaik dengan rasio non-performing financing (NPF) bruto sebesar 2,3% dan neto 1,5%.
Kinerja positif juga dicatatkan anak usaha. Maybank Indonesia Finance membukukan laba sebelum pajak Rp573 miliar, tumbuh 32,9% YoY, dengan total pembiayaan Rp8,64 triliun. WOM Finance mencatat laba sebelum pajak Rp219 miliar atau meningkat 70,5%, sedangkan total pembiayaannya mencapai Rp6,78 triliun.
Di bisnis perantara perdagangan efek, Maybank Sekuritas Indonesia membukukan laba sebelum pajak Rp223 miliar, meningkat 45,1% YoY.
