Best Sharia Award 2026 Kembali Digelar, Dorong Penguatan Kepercayaan terhadap Keuangan Syariah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Infovesta Utama bersama Investortrust menyelenggarakan Best Sharia Awards 2026 sebagai bentuk apresiasi terhadap pelaku industri keuangan syariah. Gelaran ini sekaligus mendorong penguatan kepercayaan masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan syariah di Indonesia.
Direktur Infovesta Utama Parto Kawito mengatakan, penghargaan tersebut hadir di tengah perkembangan industri keuangan syariah yang semakin besar dan membutuhkan standar penilaian yang objektif, transparan, serta dapat dipertanggungjawabkan.
“Keuangan syariah Indonesia harus tumbuh dengan sehat dan dipercaya,” tegas Parto di Habitate Jakarta pada Kamis (29/10/2026).
Menurut dia, produk keuangan syariah yang sebelumnya kerap dipandang sebagai pilihan kedua, kini telah berkembang menjadi bagian penting dalam industri jasa keuangan nasional. Hal itu tercermin dari semakin luasnya pilihan instrumen investasi syariah, mulai dari saham, reksa dana, sukuk korporasi, unit link syariah, hingga layanan perbankan syariah.
Parto menilai, pertumbuhan tersebut perlu diimbangi dengan mekanisme evaluasi yang mampu memberikan gambaran mengenai kualitas produk, pengelolaan risiko, dan konsistensi kinerja. Oleh karena itu, Best Sharia Award diselenggarakan dengan menggunakan tolok ukur yang relevan dan metode penilaian yang terukur.
Dalam ajang tahunan ini, Infovesta melakukan pemeringkatan terhadap lima pilar industri keuangan syariah, yakni sukuk, reksa dana, saham, unit link, dan bank syariah. “Lima wajah dari satu industri yang sama,” imbuh Parto.
Baca Juga
Ia menjelaskan, setiap produk dinilai berdasarkan kelompoknya masing-masing dengan periode evaluasi satu, tiga, dan lima tahun. Penilaian tidak hanya mempertimbangkan besarnya imbal hasil, tetapi juga memperhitungkan risiko yang menyertainya.
Dia memastikan bahwa sebelum masuk ke tahap pemeringkatan, setiap efek harus terlebih dahulu ditetapkan sebagai efek syariah oleh otoritas berwenang. Dengan demikian, penilaian Best Sharia Award berfokus pada penentuan produk terbaik di antara instrumen yang telah memenuhi ketentuan syariah.
Lebih rinci, di menambahkan bahwa penilaian saham mencakup kinerja keuangan, valuasi, volatilitas, dan likuiditas. Khusus sukuk, aspek yang diperhatikan antara lain kesehatan penerbit dan kedalaman transaksi di pasar.
Sementara itu, penilaian terhadap bank syariah mempertimbangkan aspek kesehatan dan profil risiko. Seluruh indikator tersebut kemudian dikonversi menjadi peringkat dan diberikan bobot sesuai metodologi yang digunakan.
Barulah, produk dengan hasil pemeringkatan tertinggi pada masing-masing kelompok diajukan sebagai pemenang.
Adapun penghargaan untuk kategori asuransi syariah dinilai secara terpisah oleh Investortrust bersama dewan juri melalui metode penilaian tersendiri.
Integritas, Fondasi Keuangan Syariah
Mengusung tema ‘Leading with Integrity, Honoring Islamic Finance’, Best Sharia Award 2026 juga menekankan pentingnya integritas dalam membangun industri keuangan syariah yang berkelanjutan.
Parto mengatakan, penghormatan terhadap keuangan syariah tidak cukup diwujudkan melalui kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga harus tercermin dalam praktik bisnis sehari-hari.
Menurut dia, integritas harus diwujudkan melalui pelaporan yang jujur, pemenuhan janji kepada nasabah, pencapaian imbal hasil tanpa melanggar prinsip syariah, serta keberanian menolak peluang bisnis yang tidak sejalan dengan amanah.
“Kita menghormati keuangan syariah dengan cara kita bekerja seperti itu setiap hari,” tandasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh penerima penghargaan atas capaian yang diraih. Parto mengingatkan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolektif, termasuk kontribusi para karyawan dan tim di balik setiap produk maupun institusi.
“Angka yang mengantar Anda ke panggung ini adalah hasil kerja orang-orang di belakang Anda. Bawalah pulang penghargaan ini untuk mereka,” tuturnya.
Kepada peserta yang belum meraih penghargaan, Parto menyampaikan bahwa persaingan antarpeserta berlangsung ketat. Ia memastikan, peluang masih terbuka bagi para pelaku industri untuk kembali berkompetisi pada penyelenggaraan tahun berikutnya dengan standar penilaian yang sama.
Menutup sambutannya, Parto menyampaikan terima kasih kepada dewan juri yang telah menjaga objektivitas proses penilaian, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Investortrust sebagai mitra penyelenggara.
