SANY Indonesia Finance Incar Pembiayaan Rp 1,5 Triliun, Fokus Produk SANY
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT SANY Indonesia Finance menargetkan penyaluran pembiayaan sebesar Rp1,5 triliun pada 2027, seiring ekspansi bisnis SANY Group di Indonesia, khususnya di sektor alat berat dan mesin konstruksi.
CEO PT SANY Indonesia Finance Bryan Kasenda mengatakan, perusahaan akan memprioritaskan pembiayaan produk bermerek SANY pada tahap awal operasional. Strategi tersebut dilakukan untuk memperkuat ekosistem bisnis grup sekaligus membangun fondasi perusahaan sebelum melakukan ekspansi lebih lanjut.
"Kami targetnya Rp1,5 triliun dan itu semuanya untuk produk SANY. Dalam 5-10 tahun ke depan masih fokus untuk pembiayaan SANY,” ujar Bryan dalam peluncuran SANY Indonesia Finance, Kamis (29/10/2026).
SANY Indonesia Finance sebagai informasi telah memperoleh izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Keputusan Nomor KEP-56/D.06/2026 pada 14 September 2026.
Bryan mengatakan, pada tahun pertama operasional, perusahaan akan berfokus pada pematangan sistem, prosedur operasional, pengendalian internal, dan tata kelola agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Setelah fondasi tersebut terbentuk, perusahaan menargetkan pengembangan bisnis yang lebih agresif pada tahun kedua dan ketiga.
Menurut dia, pembiayaan alat berat memiliki karakteristik berbeda dibandingkan pembiayaan kendaraan bermotor. Meskipun volume unit yang dibiayai relatif terbatas, nilai pembiayaan per unit dapat mencapai miliaran rupiah, bergantung pada jenis dan kapasitas alat berat.
Baca Juga
Harga alat berat untuk kebutuhan pertambangan, misalnya, dapat mencapai Rp40 miliar per unit. Karena itu, perusahaan akan mempertimbangkan profil risiko calon debitur sebelum menyetujui pembiayaan.
Bryan menegaskan, tidak seluruh penjualan produk SANY akan otomatis dibiayai oleh SANY Indonesia Finance. Keputusan pembiayaan tetap mengacu pada kebijakan risiko perusahaan yang dievaluasi secara berkala.
Perusahaan juga membuka peluang pembiayaan bagi kontraktor kecil dan menengah selama calon debitur memenuhi kriteria risiko yang ditetapkan. Dalam pembiayaan proyek bernilai besar, SANY Indonesia Finance juga dapat bekerja sama dengan perusahaan pembiayaan lain untuk membagi risiko.
Baca Juga
Pembiayaan Alat Berat Tertekan 0,22% di Semester I 2026, OJK Optimistis Pulih
Dari sisi produk, perusahaan berencana mendukung pembiayaan berbagai lini produk SANY, termasuk alat berat konvensional dan hibrida. Portofolio SANY Group juga mencakup produk energi seperti panel surya dan turbin angin.
Dalam jangka menengah dan panjang, SANY Indonesia Finance turut menjajaki pengembangan layanan di luar pembiayaan investasi, termasuk skema channeling dan white labeling bersama lembaga keuangan lain. Langkah tersebut diarahkan untuk memperluas layanan bagi pelanggan.
Sementara itu, President Commissioner PT SANY Indonesia Sanjay Ramchand mengatakan, Indonesia merupakan pasar penting bagi SANY Group. Kehadiran perusahaan pembiayaan tersebut diharapkan dapat memperkuat dukungan kepada pelanggan dan mitra bisnis serta mendorong pertumbuhan industri alat berat dan konstruksi di Indonesia.
