Manulife Indonesia Dorong Literasi Asuransi dan Profesionalisme Agen
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia, perusahaan asuransi jiwa, mengembangkan NEXTPro sebagai jalur bagi individu yang ingin membangun karier sebagai agen asuransi di tengah meningkatnya kebutuhan keluarga terhadap perencanaan keuangan dan perlindungan finansial.
Program tersebut menyediakan pelatihan dan pendampingan bagi calon agen untuk memahami industri asuransi serta mempersiapkan kompetensi untuk menjalankan profesi secara profesional.
Meningkatnya biaya kesehatan dan kebutuhan hidup telah membuat keluarga perlu mempertimbangkan berbagai risiko yang dapat memengaruhi kondisi keuangan. Mereka juga perlu menyeimbangkan pengeluaran sehari-hari dan persiapan keuangan jangka panjang.
General Manager Agency Manulife Indonesia William Satriadi Soetrisno mengatakan, setiap keluarga memiliki kondisi, tanggung jawab, dan prioritas keuangan yang berbeda. Pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing keluarga semakin diperlukan.
“Di tengah semakin kompleksnya kebutuhan finansial keluarga Indonesia, akses terhadap pendampingan yang tepat menjadi semakin penting. Agen tidak hanya membantu menjelaskan pilihan perlindungan yang tersedia, tetapi juga membantu keluarga memahami prioritas keuangan dan mengambil keputusan yang lebih terinformasi sesuai kebutuhan finansial mereka. Dengan pendekatan yang personal, agen dapat menjadi mitra terpercaya yang mendampingi keluarga dalam setiap tahap kehidupan,” jelas dia dalam keterangannya, Kamis (29/10/2026).
Kebutuhan pendampingan tersebut juga berkaitan dengan tingkat literasi dan penetrasi asuransi di Indonesia. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, pemahaman masyarakat mengenai asuransi masih perlu diperkuat. Tingkat penetrasi asuransi juga menunjukkan peluang untuk memperluas jangkauan perlindungan kepada masyarakat.
Baca Juga
Baru 9% Anak Muda Punya Asuransi, IFG Life Dorong Proteksi Sejak Dini
Agen asuransi berperan menjembatani kebutuhan tersebut melalui komunikasi langsung dengan calon nasabah. Mereka membantu masyarakat mengenali potensi risiko, memahami manfaat dan ketentuan perlindungan, serta mempertimbangkan produk sesuai kondisi keuangan masing-masing.
Menurut William, peran agen tidak terbatas pada memperkenalkan produk asuransi. Agen juga membantu keluarga memahami risiko dan mempersiapkan kebutuhan perlindungan pada berbagai tahap kehidupan.
Hubungan jangka panjang dengan nasabah memungkinkan agen memahami perubahan kebutuhan keluarga dari waktu ke waktu. Pendekatan personal juga membantu agen memberikan penjelasan yang relevan sebelum nasabah menentukan pilihan perlindungan.
Di tengah kebutuhan tersebut, profesi agen asuransi dapat menjadi pilihan karier bagi individu dari berbagai latar belakang. Namun, calon agen tetap perlu melalui proses seleksi, mengikuti pelatihan, memenuhi persyaratan lisensi, dan mematuhi standar profesional serta ketentuan yang berlaku.
NEXTPro dirancang untuk membantu individu mengenal industri asuransi dan mempersiapkan diri menjalankan profesi agen. Program tersebut juga ditujukan bagi mereka yang masih memiliki pekerjaan utama dan ingin menjajaki peluang karier di industri asuransi.
Melalui pelatihan dan pendampingan, peserta diperkenalkan pada kebutuhan nasabah, karakteristik industri, serta peran dan tanggung jawab agen. Peserta tetap harus menjalani proses seleksi dan memenuhi persyaratan pelatihan serta lisensi sebelum dapat menjalankan profesi tersebut.
Baca Juga
AAJI Bayarkan Klaim Rp75,57 Triliun, Perkuat Kepercayaan Publik pada Asuransi Jiwa
William mengatakan, perusahaan berupaya menyediakan lingkungan pengembangan yang mendukung calon agen dalam membangun kompetensi dan memahami kebutuhan nasabah.
“Kami berkomitmen menghadirkan ekosistem pembelajaran dan pendampingan yang membantu calon agen membangun kompetensi dan menjalankan profesinya secara profesional. Melalui NEXTPro, kami ingin membuka akses bagi lebih banyak individu untuk mengenal industri ini dan mempersiapkan diri menjadi agen yang mampu memberikan dampak positif bagi semakin banyak keluarga Indonesia,” kata William.
Saat ini, Manulife Indonesia didukung lebih dari 18.000 agen yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Jaringan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjangkau masyarakat dan membantu keluarga memahami kebutuhan, risiko, serta pilihan perlindungan pada berbagai tahap kehidupan.
