Allianz Life Pertahankan Peringkat AAA dari Fitch Ratings
JAKARTA, investortrust.id - PT Asuransi Allianz Life Indonesia (Allianz Life) tercatat menjadi perusahaan asuransi jiwa dengan peringkat national insurer financial strength (IFS) tertinggi ‘AAA (idn)’ dengan Outlook Stabil dari Fitch Ratings Indonesia.
Peringkat tersebut merupakan yang tertinggi dalam skala pemeringkatan yang diberikan Fitch Ratings dan diberikan kepada emiten dengan ekspektasi risiko gagal bayar paling rendah dibanding yag lainnya.
Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia, Alexander Grenz mengatakan, capaian tersebut terwujud berkat strategi bisnis yang terbagi ke dalam empat pilar, yakni pertumbuhan yang lebih tinggi dari pasar dengan dukungan kanal distribusi yang kuat dan memberikan solusi dengan nilai tambah yang sesuai dengan kebutuhan nasabah.
Lalu, menyediakan pengalaman yang menyenangkan kepada nasabah dan mitra bisnis, serta transformasi people and culture dimana talent Allianz senantiasa berdaya dan memiliki keterlibatan tinggi.
Baca Juga
Ini Strategi Allianz Life Indonesia untuk Pacu Kinerja Unit Link
“Strategi ini didukung oleh Allianz Group dan memungkinkan Allianz Life terus berkembang serta berinovasi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah,” ujar Alexander, dalam keterangan resminya, Jumat (22/3/2024).
Selain strategi, faktor lainnya yang berpengaruh pada capaian tersebut ialah berkat pertumbuhan premi bruto sebesar 7% pada 2023. Pertumbuhan tersebut didorong oleh penjualan produk asuransi jiwa unit link maupun produk tradisional yang seimbang.
Alexander mengungkapkan, keuangan Allianz Life di tahun lalu juga berada pada posisi yang sehat dan kuat. Hal ini tercermin dari tingkat rasio solvabilitas atau risk based capital (RBC) yang berada di level 290%. Kemudian pada 2023 juga Allianz Life sukses membayarkan klaim dan manfaat sebesar Rp 4,3 triliun.
“Dengan kinerja finansial yang konsisten dan reputasi brand yang kuat, kami terus fokus pada tujuan perusahaan untuk melindungi masa depan lebih banyak masyarakat Indonesia,” kata Alexander.

