Bidik Sektor Produktif, Bank Mega Syariah Kucurkan Pembiayaan Rp 196,9 Miliar di ISEF 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Mega Syariah memperkuat penyaluran pembiayaan ke sektor produktif dengan menandatangani tiga akad pembiayaan senilai Rp 196,9 miliar di ajang Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026.
Direktur Bisnis Bank Mega Syariah Rasmoro Pramono Aji mengungkapkan, kerja sama pembiayaan di ISEF menjadi salah satu upaya mempertemukan kebutuhan pendanaan sektor riil dengan kapasitas industri perbankan syariah.
Dari total pembiayaan itu, ia merinci sebesar Rp 180 miliar disalurkan kepada PT Pulo Mas Jaya melalui akad musyarakah mutaniwasah (MMQ) untuk pembangunan PMJ Land Tower. Selanjutnya, pembiayaan Rp 13,22 miliar diberikan kepada Yayasan Al Fath Bina Insani Sakinah dengan akad musyarakah investasi, serta Rp 3,70 miliar kepada Yayasan Pendidikan Graha Ganesha melalui akad MMQ.
“Melalui tiga kerja sama ini, kami ingin pembiayaan syariah semakin banyak digunakan untuk mendukung investasi dan pengembangan usaha yang produktif,” ujar Aji, dalam keterangan pers, Senin (19/10/2026).
Baca Juga
Pembiayaan Konsumer Bank Mega Syariah Naik 4,97% Jadi Rp 596,7 Miliar Hingga Juli 2026
Ekspansi tersebut, kata dia, sejalan dengan pertumbuhan pembiayaan komersial Bank Mega Syariah. Hingga September 2026, pembiayaan komersial yang disalurkan tumbuh 20,32% secara year on year (yoy) mencapai Rp 6,22 triliun. Kontribusinya mencapai 60,27% dari total pembiayaan.
Aji menjelaskan, naiknya pembiayaan komersial ditopang oleh corporate banking yang tumbuh 20,20% (yoy) menjadi Rp 4,72 triliun, dan berkontribusi 75,94% dari total pembiayaan komersial. Sementara itu, business banking mencatat pembiayaan Rp 1,50 triliun atau naik 20,71% (yoy) dan menggenggam pangsa 24,06%.
Secara keseluruhan, pembiayaan Bank Mega Syariah mencapai Rp 10,31 triliun per September 2026, tumbuh 11,92% dibanding periode yang sama 2025 yaitu Rp 9,21 triliun.
“Pertumbuhan di corporate banking dan business banking menunjukkan masih besarnya kebutuhan pembiayaan pada sektor usaha kami,” kata Aji.
Baca Juga
Jumlah Rekening Haji Bank Mega Syariah Tumbuh 5% per Juni 2026
“Kami akan tetap selektif dalam menangkap peluang tersebut dengan menjaga kualitas pembiayaan dan memastikan pertumbuhan dilakukan secara sehat dan berkelanjutan,” lanjutnya.
Selain memperluas pembiayaan sektor produktif, Bank Mega Syariah juga memperkuat kerja sama di pasar keuangan syariah melalui Perjanjian Kerja Sama Transaksi Sertifikat Pengelolaan Dana Berdasarkan Prinsip Syariah Antarbank (SiPA) Valas senilai US$ 70 juta bersama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI (BRIS) dan sejumlah bank lainnya.
