Salurkan Rp 12,1 Miliar Dana Zakat dan Kebajikan, UPZDK Permata Bank Syariah Jangkau 44.480 Penerima Manfaat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Unit Pengumpul Zakat dan Dana Kebajikan (UPZDK) Permata Bank Unit Usaha Syariah terus menyalurkan dana zakat dan kebajikan melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan masyarakat. Sejak Januari hingga 31 Agustus 2026, total dana yang disalurkan mencapai Rp 12,1 miliar dan telah menjangkau 44.480 penerima manfaat di berbagai wilayah Indonesia.
Penyaluran tersebut terdiri dari Rp 8,3 miliar dana zakat dan Rp 3,8 miliar dana kebajikan. Dana disalurkan melalui berbagai manfaat program, yaitu infrastruktur dan fasilitas, sosial lainnya, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, kesehatan, serta kebencanaan dan kemanusiaan.
Berdasarkan kelompok penerima zakat atau asnaf, sebanyak 29.935 penerima manfaat berasal dari golongan fisabilillah, 14.373 dari golongan miskin, dan 172 merupakan mualaf.
Direktur Keuangan dan Unit Usaha Syariah Permata Bank Rudy Basyir Ahmad mengatakan, penyaluran zakat dan dana kebajikan bagi perseroan bukan semata tentang besaran dana, tetapi sejauh mana manfaatnya dapat menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Baca Juga
Potensi Zakat Rp 350 Triliun, Baznas Gandeng Kadin Perluas Penghimpunan
"Di balik setiap program ada keluarga, pelajar, pasien, petani, dan pelaku usaha yang membutuhkan akses dan kesempatan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik," ujar Rudy dalam keterangan yang diterima, Kamis (15/10/2026).
Karena itu, lanjut Rudy, melalui UPZDK Permata Bank Syariah, perseroan berupaya memastikan penyaluran dilakukan melalui program yang relevan dan tepat sasaran, mulai dari membuka akses pendidikan dan kesehatan, memperkuat infrastruktur dasar, hingga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
"Kami ingin setiap program tidak hanya menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ungkap Rudy.
Rudy menjelaskan, akses terhadap infrastruktur dasar, pendidikan, layanan kesehatan, dan kesempatan usaha dapat menjadi bagian penting dalam mendukung masyarakat menjalani kehidupan yang lebih baik. Bagi sebagian masyarakat, sebuah jembatan bukan sekadar infrastruktur, tetapi juga sarana yang membuka akses menuju sekolah, tempat bekerja, pasar, hingga fasilitas kesehatan. Hal serupa berlaku bagi beasiswa, layanan kesehatan, dan dukungan usaha yang membantu membuka kesempatan untuk memperoleh pendidikan, menjaga kesehatan, serta membangun kehidupan yang lebih mandiri.
Membuka Akses, Mendekatkan Peluang
Salah satu bentuk dukungan tersebut hadir melalui Program Infrastruktur dan Fasilitas. Di sejumlah wilayah, keterbatasan sarana dasar masih dapat memengaruhi mobilitas masyarakat sekaligus akses terhadap pendidikan, pekerjaan, layanan kesehatan, maupun aktivitas ekonomi.
UPZDK Permata Bank Syariah mendukung perbaikan sejumlah fasilitas, termasuk Jembatan Cisarakan, Jembatan Cibaregbeg serta Madrasah Mathlaul Anwar di Lebak, Banten. Perbaikan tersebut diharapkan dapat menghadirkan akses yang lebih aman, mendukung mobilitas sehari-hari masyarakat di sekitarnya serta menyediakan ruang belajar yang layak bagi para siswa.
Dukungan juga diberikan melalui Program Kesehatan, yang mencakup layanan preventif, kuratif, maupun dukungan darurat bagi masyarakat kurang mampu. Sepanjang periode, program tersebut mencakup khitanan massal, pengadaan ambulans, serta dukungan operasional klinik hemodialisis yang dilaksanakan bersama mitra seperti Inisiatif Zakat Indonesia (IZI).
Baca Juga
Perkuat Ekonomi Umat, BSI (BRIS) Salurkan Zakat Rp 289,38 Miliar ke Baznas RI
Selain itu, UPZDK Permata Bank Syariah turut hadir dalam penanganan kebencanaan dan kemanusiaan, salah satunya melalui program pemulihan pascabencana banjir bandang dan longsor di Sumatra. Dukungan tersebut antara lain diwujudkan melalui Program Rumah Sehat Layak Huni (RUSLI) bersama LAZ Al Azhar untuk membantu penyediaan hunian yang lebih layak bagi keluarga terdampak, termasuk penerima manfaat di Aceh Tamiang.
“Alhamdulillah, saya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan rumah layak huni ini. Rumah ini sangat berarti bagi kami dan memberikan tempat tinggal yang lebih nyaman dan aman bagi keluarga. Semoga Permata Bank Syariah senantiasa diberikan keberkahan, semakin maju, dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” ucap penerima manfaat RUSLI Aceh Tamiang Ari Yanti.
Sementara di bidang pendidikan, dukungan diberikan melalui beasiswa anak, beasiswa mahasiswa, serta kegiatan pembinaan keagamaan, termasuk bantuan bagi penerima manfaat yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri maupun swasta. Dukungan tersebut diharapkan tidak hanya membantu meringankan kebutuhan pendidikan, tetapi juga membuka kesempatan bagi penerima manfaat untuk terus belajar, mengembangkan diri, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Dari Bantuan Menuju Kemandirian
Tidak hanya berfokus pada bantuan langsung, UPZDK Permata Bank Syariah juga mendorong agar dukungan yang diberikan dapat berkembang menjadi kesempatan untuk membangun kemandirian ekonomi. Salah satunya melalui Patriot Ketahanan Pangan, yang bertujuan memperkuat kapasitas petani dan penggerak pertanian agar mampu mengembangkan usaha sekaligus ikut menggerakkan masyarakat di daerahnya.
Program pemberdayaan lainnya mencakup Peternakan Komunal, yang menyediakan fasilitas peternakan terstandar untuk membantu meningkatkan produktivitas ternak domba dan kambing sekaligus memperkuat potensi pendapatan kelompok peternak. Sementara melalui Kantin Kontainer, mahasiswa penerima manfaat memperoleh fasilitas usaha yang dilengkapi dengan pendampingan untuk membantu mengembangkan kegiatan usaha dan memperoleh tambahan pendapatan guna mendukung kebutuhan pendidikan.
“Selain mendapat bantuan berupa uang, saya juga mendapat skill dan kesempatan langsung untuk bisa berwirausaha karena ke depannya saya juga ingin memiliki bisnis sendiri setelah lulus kuliah. Kebetulan saya sangat minat dari dulu dan termotivasi dari orang tua yang juga mengajari dalam berbisnis,” ujar Randy Falih Haryando, mahasiswa semester 5 Program Studi Teknik Sistem Energi Institut Teknologi Sumatera (ITERA) dan penerima manfaat Kantin Kontainer ITERA Lampung.
Selain mendukung pendidikan dan pemberdayaan ekonomi, UPZDK Permata Bank Syariah turut menyalurkan bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan. Salah satunya melalui Program Santunan Anak Yatim yang dilaksanakan bersama LAZ Al Azhar untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari penerima manfaat. Dukungan tersebut juga dirasakan oleh Panti An Nur Tangerang Selatan. Ustadz Fatir, pimpinan Panti An Nur Tangerang Selatan, menyampaikan apresiasinya atas bantuan yang diberikan melalui program tersebut.
“Jazakumullah khairan katsiran. Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan oleh Permata Bank Syariah dan LAZ Al Azhar kepada kami. Bantuan ini bukan hanya meringankan, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan dan harapan bagi kami semua. Semoga Permata Bank Syariah semakin jaya, sukses, dan terus menjadi jalan kebaikan bagi banyak orang,” ujar Ustadz Fatir.
Secara keseluruhan, program UPZDK Permata Bank Syariah telah menjangkau 16 provinsi di Indonesia, dengan jumlah penerima manfaat antara lain mencapai 24.454 jiwa di Jawa Barat, 7.604 jiwa di DKI Jakarta, 2.881 jiwa di Jawa Tengah dan sebanyak 9.541 jiwa tersebar di 13 propinsi lainnya. Jangkauan tersebut juga didukung melalui kolaborasi dengan berbagai lembaga amil zakat, salah satunya LAZNAS IZI. Bagi mitra, kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memperluas manfaat program sekaligus menghadirkan solusi yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat.
“Kami memandang kolaborasi antara LAZNAS IZI dengan UPZDK Permata Bank Syariah sebagai sebuah kemitraan strategis dalam menghadirkan kebermanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat. Sinergi ini tidak hanya berorientasi pada dukungan terhadap suatu program, tetapi menjadi bagian dari upaya bersama untuk menghadirkan solusi sosial yang berkelanjutan dan memberikan dampak nyata,” tutur GM Kemitraan LAZNAS IZI Irfan Zidni.
Rudy menambahkan, kontribusi ini bagi Permata Bank merupakan bagian dari upaya untuk membuka akses dan memperluas peluang bagi masyarakat.
"Harapan kami, semakin banyak penerima manfaat yang tidak hanya terbantu hari ini, tetapi juga memiliki bekal dan kesempatan untuk membangun masa depan yang lebih mandiri,” tutup Rudy.
