Presdir CIMB Niaga: Bidik Pertumbuhan Corporate Lending 7–8%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank CIMB Niaga Tbk membidik pertumbuhan kredit korporasi (corporate lending) sekitar 7–8% pada 2026. Permintaan pembiayaan perusahaan masih menjadi penopang di tengah pertumbuhan kredit konsumsi yang terbatas dan tekanan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, perseroan menetapkan sasaran pertumbuhan secara realistis dengan mempertimbangkan kondisi dunia usaha dan daya beli masyarakat. Bank tetap berupaya menangkap peluang pembiayaan sekaligus menjaga kesehatan bisnis dan tingkat pengembalian. “Kalau CIMB Niaga, targetnya realistis, memang masih single digit. Namun, return-nya tetap bagus dan kami jaga,” ujar Lani dalam media gathering bersama para pemimpin redaksi di Jakarta, Kamis (08/10/2026).
Menurut Lani, pertumbuhan kredit korporasi masih cukup baik. Permintaan pembiayaan pada segmen tersebut tetap terbuka, sementara bisnis ritel lebih banyak dipengaruhi kemampuan belanja masyarakat. Kondisi itu membuat kontribusi korporasi lebih menonjol dalam pertumbuhan kredit perseroan. “Justru sekarang masih bagus pertumbuhannya kalau korporasi. Kalau ritel, banyak bergantung pada daya beli masyarakat. UMKM yang paling tertekan,” katanya.
Baca Juga
CIMB Niaga (BNGA) Andalkan OCTO untuk Dorong Inklusi Finansial Anak Muda
Meski demikian, Lani menegaskan, besarnya peran korporasi tidak berarti CIMB Niaga mengurangi perhatian terhadap nasabah ritel dan UMKM. Penyaluran kredit tetap dilakukan dengan melihat kebutuhan nasabah, peluang usaha, serta kondisi masing-masing segmen.
Pada kredit konsumsi, pertumbuhan masih terbatas, yakni sekitar 1-2%. Lani menyebut kredit pemilikan rumah (KPR) sebagai salah satu portofolio yang memengaruhi perkembangan segmen tersebut. Sementara itu, pembiayaan UMKM perseroan masih mencatat pertumbuhan tipis di tengah tantangan yang dihadapi pelaku usaha.
Dari sisi pendanaan, Lani mengatakan dana pihak ketiga (DPK), terutama dana murah berupa giro dan tabungan atau current account savings account (CASA), tetap berkembang dengan baik. Ia belum memerinci kinerja kuartal III-2026 karena laporan keuangan periode tersebut belum dipublikasikan.
Baca Juga
IHSG Dibuka Naik Tipis 7,73 Poin, Saham ARII dan SAFE Lanjut Lompat
Lani juga masih melihat ruang pertumbuhan bagi industri perbankan Indonesia. Ia menyampaikan perkiraan pertumbuhan ekonomi sekitar 5–5,1% pada 2027. Dengan prospek tersebut, peluang pembiayaan dinilai tetap tersedia, meskipun bank perlu cermat menentukan segmen dan bidang usaha yang akan dibiayai. “Potensi untuk usaha perbankan di Indonesia masih cukup baik,” ujarnya.
Untuk memperkuat daya saing, CIMB Niaga melanjutkan transformasi dan digitalisasi. Lani menilai pemanfaatan teknologi akan semakin penting dalam meningkatkan efisiensi, memperbaiki layanan, dan mendukung pengembangan bisnis.
Kredit Tanpa Bunga di NTT
Selain mengembangkan bisnis, CIMB Niaga menjalankan pemberdayaan perempuan pelaku UMKM melalui pembiayaan tanpa bunga dan pendampingan usaha. Program tersebut menjangkau wilayah Indonesia bagian timur, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT), yang menurut Lani masih membutuhkan perhatian lebih besar.
Lani mengatakan, penerima manfaat program itu telah mencapai sekitar 1.000 perempuan pelaku usaha. Mereka menjalankan beragam kegiatan produktif berskala kecil, termasuk usaha pembuatan pakaian seragam. Dukungan yang diberikan mencakup modal usaha, pelatihan pengelolaan usaha, serta pemasaran.
Baca Juga
CIMB Niaga Siap Perluas Layanan QRIS Cross Border ke China dan Korea Selatan
Perseroan menyediakan dana sekitar Rp10 miliar untuk program tersebut pada tahun ini. Lani menyebut kegiatan pemberdayaan itu telah berjalan selama tiga tahun, dengan perhatian pada kesinambungan usaha para penerima manfaat.
Menurut dia, keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah bantuan yang tersalurkan. CIMB Niaga juga memantau perkembangan usaha setelah peserta memperoleh pelatihan dan dukungan modal, untuk melihat apakah bantuan benar-benar meningkatkan kemampuan mereka menjalankan usaha. “Yang kami utamakan adalah memantau, setelah kami berikan pelatihan dan bantuan modal, apakah ibu-ibu ini bisa betul-betul bertumbuh,” kata Lani.
Pendekatan tersebut juga diarahkan untuk menghasilkan perubahan yang lebih terasa di tingkat komunitas. Perseroan ingin membangun kelompok usaha dan desa melalui pendampingan yang berkelanjutan, sehingga manfaat program dapat berkembang bersama kegiatan ekonomi masyarakat. “Kami ingin membangun satu desa,” ujarnya.
Baca Juga
Buka Kongres Nasional V API, Gibran Tekankan Penguatan Toleransi untuk Jaga Persatuan
Lani menambahkan, perhatian terhadap perempuan memiliki arti penting karena banyak usaha kecil dijalankan oleh perempuan. Penguatan kemampuan mereka mengelola usaha diharapkan turut memperkuat ekonomi keluarga dan membuka peluang bagi masyarakat di sekitarnya.
Di bidang pendidikan, CIMB Niaga telah memberikan sekitar 1.300 beasiswa, terutama untuk jenjang sarjana. Perseroan juga menyelenggarakan edukasi keuangan bagi pelajar dan mahasiswa, dengan jumlah peserta yang telah dijangkau sekitar 115.000 orang.
Dukungan terhadap ibu dan anak turut dilakukan melalui kerja sama dengan UNICEF dalam upaya pencegahan stunting dan perbaikan gizi. Lani mengatakan, berbagai program tersebut merupakan bagian dari komitmen CIMB Niaga untuk membantu nasabah dan masyarakat mewujudkan aspirasi mereka, sejalan dengan semangat Advancing Customers and Society.
