OJK Catat Premi Industri Asuransi Tumbuh 2,66% Jadi Rp 255,4 Triliun per Agustus 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, total pendapatan premi industri asuransi komersial yang terdiri dari asuransi jiwa, serta asuransi umum dan reasuransi tumbuh 2,66%, dari Rp 219,52 triliun pada Agustus 2025 menjadi Rp 255,4 triliun di periode yang sama tahun ini.
“Kinerja industri perasuransian, penjaminan dan dana pensiun atau PPDP secara umum tetap stabil dan terjaga,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK Ogi Prastomiyono, dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK Agustus 2026 secara daring, Senin (5/10/2026).
Ogi merinci, premi asuransi jiwa tumbuh 7,01% menjadi Rp 125,75 triliun pada Agustus 2026, Rp 117,51 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
“Serta, premi asuransi umum dan reasuransi yang sedikit terkoreksi sebesar 2,35% secara year on year (yoy) dengan nilai sebesar Rp 99,61 triliun,” katanya.
Meski begitu, lanjut Ogi, kondisi permodalan industri asuransi masih terjaga di level yang solid. Tercermin dari risk based capital (RBC) asuransi jiwa yang berada di posisi 471,57%, serta RBC asuransi umum dan reasuransi yang berada di angka 331,52% per Agustus 2026.
“Masih di atas threshold sebesar 120%,” ucapnya.
Sementara itu, total klaim asuransi komersial per Agustus 2026 tercatat Rp 150,23 triliun atau meningkat 6,06% dibanding periode yang sama 2025 yaitu Rp 141,65 triliun.
Dari sisi total aset, asuransi komersial mencatatkan nilai aset Rp 982,18 triliun pada Agustus 2026 atau naik 3,59% (yoy).
Kinerja Asuransi Non Komersial
Dari sisi asuransi non komersial yang terdiri dari BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan; serta Program Asuransi di ASN, TNI, dan Polri, terkait program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), mencatatkan total aset Rp 218,37 triliun pada Agustus 2026.
“Atau terkontraksi sebesar 1,85% (yoy),” ujar Ogi.
Jika dirinci, nilai premi asuransi non komersial mencapai Rp 135,.91 triliun pada Agustus 2026 atau tumbuh 6,85% (yoy). Sementara itu, total klaimnya sebesar Rp 141,00 triliun atau meningkat 7,95% (yoy).
