Kredit Perbankan Tumbuh 13,65% Menjadi Rp 9.178 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan fungsi intermediasi perbankan Indonesia pada Agustus 2026 terus menunjukkan tren penguatan.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengungkapkan bahwa penyaluran kredit perbankan nasional berhasil tumbuh sebesar 13,65% secara tahunan (year on year/yoy), dengan total nilai mencapai Rp 9.178 triliun.
Dilihat dari jenis penggunaannya, penopang utama pertumbuhan ini berasal dari kredit investasi yang melesat tinggi sebesar 25,11% yoy. Selanjutnya disusul oleh kredit modal kerja yang tumbuh 11,45% yoy, serta kredit konsumsi yang mengalami kenaikan sebesar 5,07% yoy.
"Adapun berdasarkan kategori debitur, kredit dengan pertumbuhan tertinggi adalah kredit korporasi yang tumbuh sebesar 22,18% yoy," ujar Dian dalam acara Konferensi Pers RDK Bulanan (RDKB) September 2026 yang diselenggarakan secara virtual, Senin (5/10/2026).
Sementara itu, kredit UMKM melanjutkan tren peningkatan dengan tumbuh positif sebesar 2,38% yoy. Ditinjau dari kepemilikan, kredit bank BUMN tumbuh tertinggi yaitu sebesar 16,41% yoy.
Lebih lanjut, OJK juga menyoroti kinerja fasilitas Buy Now Pay Later (BNPL) perbankan. Baki debet BNPL pada Agustus 2026 tercatat sebesar Rp 31,41 triliun (berkontribusi 0,34% terhadap total kredit nasional). Segmen ini tumbuh signifikan sebesar 29,10% yoy, dengan total akun pengguna mencapai 34 juta rekening, meningkat dibandingkan bulan Juli yang tercatat sebesar 33,50 juta rekening.
Di sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 10,94% yoy hingga menyentuh angka Rp 10.413 triliun. Produk deposito mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 13,10% yoy, diikuti oleh giro (9,82% yoy) dan tabungan (9,56% yoy).
Lebih lanjut, Dian menyebut, likuiditas perbankan di level yang memadai dengan rasio alat likuid to non-core deposit atau AL/NCD dan alat likuid dana pihak ketiga atau AL/DPK masing-masing sebesar 102,31% dan 23,04%.
"Dan masih di atas threshold masing-masing sebesar 50% dan 10%. Adapun liquidity coverage ratio atau LCR berada di level 187,1%," kata Dian.
Dian menambahkan, kualitas kredit juga terjaga dengan rasio NPL gross di level 2,11% dan NPL net sebesar 0,84%. Loan at risk tercatat atau LaR tercatat sebesar 8,56%. Dari sisi kinerja profitabilitas, ROA bank di level 2,43%.
