Dorong Pendalaman Pasar Dana Pensiun, OJK Gelar Indonesia Pension Fund Summit (IPFS) 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong penguatan sinergi industri dana pensiun untuk memperluas peran sektor tersebut dalam pendalaman pasar keuangan sekaligus mendukung perekonomian nasional.
Upaya tersebut salah satunya direalisasikan melalui penyelenggaraan Indonesia Pension Fund Summit (IPFS) 2026 yang menjadi agenda rutin tahunan industri dana pensiun. Forum itu mempertemukan regulator, pemerintah, asosiasi industri, serta penyelenggara dana pensiun wajib dan sukarela.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK Ogi Prastomiyono mengungkapkan, IPFS 2026 mengangkat tema mengenai bagaimana industri dana pensiun dapat secara bersama-sama meningkatkan kontribusinya bagi ekonomi nasional.
“Kita sudah menyelesaikan acara Indonesia Pension Fund Summit 2026 yang merupakan agenda industri dana pensiun yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun,” ujarnya, dalam Indonesia Pension Fund Summit (IPFS) 2026, di Jakarta, Jumat (25/9/2026).
Menurut Ogi, forum tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari kementerian/lembaga, OJK sebagai regulator, hingga asosiasi industri dana pensiun.
Baca Juga
OJK Ungkap 20% Lebih Masyarakat Paham Dana Pensiun, tapi Baru 5% yang Manfaatkan
Untuk dana pensiun wajib, keterlibatan antara lain berasal dari BPJS Ketenagakerjaan, Taspen, dan Asabri. Sementara dari sektor dana pensiun sukarela, forum tersebut melibatkan Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) dan Asosiasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK).
“Harapan kami bahwa Indonesia Pension Fund Summit ini kami lebih bersinergi sehingga pendalaman pasar dan peran daripada dana pensiun itu bisa lebih berkontribusi kepada ekonomi Indonesia,” kata Ogi.
Selain menjalankan fungsi utama dalam memberikan perlindungan dan manfaat pensiun bagi peserta, ia menilai dana pensiun memiliki posisi strategis sebagai investor jangka panjang atau long tem investor.
“Yang bisa mendukung pendanaan keuangan di Indonesia,” ucap Ogi.
