Eksplorasi Bahasa Universal Ekspresi Manusia, Karya Begok Oner Sabet Juara 16th UOB POY Indonesia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - UOB Indonesia memberikan penghargaan 16th UOB Painting of the Year (POY) (Indonesia) kategori Established Artist kepada Begok Oner melalui karyanya yang berjudul “Urban Realism Layers”. Sebelumnya, Oner meraih penghargaan Most Promising Artist of the Year pada 2023 dalam kategori Emerging Artist. Pencapaian ini menunjukkan perkembangan konsisten dalam perjalanan seninya, sekaligus mencerminkan komitmen UOB POY dalam mendukung seniman di berbagai tahap perjalanan kreatif mereka.
Karya pemenang ini memadukan lapisan gambar, kata-kata, dan jejak yang mengingatkan pada permukaan ruang publik, tempat berbagai suara dan cerita terus bertumpuk dan meninggalkan jejak dari waktu ke waktu. Dengan menggunakan semen plester dan tekstur berlapis, seniman berusia 28 tahun ini menciptakan kesan relief pada permukaan karya, sekaligus memadukan berbagai elemen yang merefleksikan kehidupan masa kini.
Oner menghubungkan bahasa visual kontemporer tersebut dengan lukisan gua prasejarah, mulai dari gua Lascaux yang terkenal di Prancis hingga situs seni cadas kuno di Sulawesi Selatan. Karya ini menyoroti dorongan manusia yang telah berlangsung sejak dahulu untuk berkomunikasi dan terhubung satu sama lain.
Begok Oner mengatakan, ketika melihat jejak yang ditinggalkan manusia ribuan tahun lalu, dirinya melihat sesuatu yang sebenarnya masih sangat dekat dengan kehidupan saat ini.
"Kita terus mencari cara untuk mengungkapkan apa yang kita alami, apa yang kita yakini, dan siapa diri kita. Melalui karya ini, saya ingin mengingatkan bahwa meskipun cara kita berkomunikasi terus berubah, kebutuhan untuk mengekspresikan diri, berbagi pengalaman, dan terhubung dengan orang lain tetap menjadi bagian dari diri manusia,” ujar Oner di Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Baca Juga
BNP Paribas AM dan UOB Indonesia Kucurkan Rp 2 Miliar untuk Program Sosial
Kompetisi UOB POY ke-16 (Indonesia) dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari Chief Judge sekaligus seniman pertunjukan Melati Suryodarmo, kurator seni independen dan dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung Agung Hujatnika, serta pendiri Art Jog, Artina, dan Art Bali Heri Pemad.
Chief Judge 16th UOB POY (Indonesia) Melati Suryodarmo mengatakan, karya Oner menunjukkan kematangan dalam mengembangkan gagasan yang berangkat dari dunia visualnya sendiri menjadi sesuatu yang mampu berbicara tentang pengalaman manusia yang lebih luas. Menurut Melati, ia mengambil sesuatu yang akrab dan mengajak kita melihatnya dari sudut pandang berbeda, menghubungkan ekspresi kontemporer dengan sejarah yang telah berlangsung selama ribuan tahun.
"Oner telah membangun karakter artistik yang khas, yang memungkinkan masa lalu dan masa kini hadir berdampingan secara halus namun kuat," ungkap Melati.
Sebagai peraih penghargaan tertinggi dalam kompetisi 16th UOB POY (Indonesia), Oner menerima hadiah uang tunai sebesar Rp 250 juta. Karyanya selanjutnya akan berkompetisi dengan karya pemenang dari Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam untuk memperebutkan penghargaan UOB Southeast Asian POY, yang akan diumumkan di Singapura pada 28 Oktober 2026. Oner juga berkesempatan mengikuti program residensi seni di luar negeri yang disponsori UOB.
Dalam kategori Emerging Artist, Alif Lamra, seniman berusia 29 tahun asal Yogyakarta, dinobatkan sebagai 16th UOB MostPromising Artist of the Year (Indonesia) melalui karyanya yang berjudul “LiminalFragment 03”. Karya monokromatik ini menampilkan fragmen laut, langit, cahaya, dan bayangan yang membentuk lanskap yang terasa akrab, namun sekaligus menyisakan ketidakpastian.
Melalui karya tersebut, Lamra mengeksplorasi bagaimana manusia memandang dan memahami ruang di sekitarnya. Lanskap yang terfragmentasi mengajak penikmat seni untuk mengamati lebih dekat apa yang mereka kenali, sekaligus merefleksikan sejauh mana apa yang kita lihat dibentuk oleh persepsi kita sendiri.
Praktik artistik Lamra banyak mengeksplorasi objek dan ruang dalam kondisi transisi, ketika sesuatu yang awalnya terasa familiar perlahan menjadi tidak pasti dan terbuka terhadap berbagai interpretasi.
Sementara itu, President Director UOB Indonesia Hendra Gunawan mengatakan, seni memiliki kemampuan yang unik untuk menghubungkan manusia lintas generasi, budaya, dan perspektif.
"Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang kami terhadap seni, kami senang dapat kembali merayakan 16th UOB Painting of the Year sekaligus menyediakan wadah bagi para seniman untuk mengembangkan praktik berkesenian dan menjangkau audiens yang lebih luas," kata Hendra.
Baca Juga
UOB: Indonesia Bersiap Memasuki Fase New Normal, Minat Investor Meningkat
Dalam kesempatan tersebut, Hendra turut mengucapkan selamat kepada Begok Oner, Alif Lamra, dan seluruh pemenang tahun ini. Karya-karya mereka mencerminkan kekayaan dan keberagaman talenta seni Indonesia, serta peran penting seni dalam membentuk cara seseorang melihat dan memahami dunia.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Irene Umar menyambut baik dukungan berkelanjutan UOB Indonesia terhadap pengembangan ekonomi kreatif Indonesia, khususnya di bidang seni. Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta penting untuk membuka lebih banyak peluang bagi para seniman, mengembangkan talenta lokal, serta memperkenalkan karya kreatif Indonesia kepada audiens regional dan global.
"Kami berharap kolaborasi ini dapat terus diperkuat untuk mendorong kemajuan ekosistem seni Indonesia dan meningkatkan kiprah seniman Indonesia di tingkat global," jelasnya.
Lebih lanjut, UOB Indonesia memamerkan 48 karya finalis 16th UOB POY (Indonesia), termasuk delapan karya pemenang, di The Melting Pot, Lantai Dasar ASHTA District 8, Jakarta. Pameran terbuka untuk umum setiap hari mulai 24 September hingga 10 Oktober 2026, pukul 10.00–22.00 WIB.
Pameran UOB POY juga akan menjadi bagian dari Oktober Kreasi, kampanye nasional selama bulan Oktober yang diselenggarakan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif untuk merayakan ekonomi kreatif Indonesia dan keberagaman subsektor kreatifnya.
Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang untuk mengembangkan talenta seni, UOB terus mendukung para seniman setelah kompetisi melalui berbagai pameran regional, program residensi seni di luar negeri, serta UOB Artist Alumni Network. Berbagai inisiatif ini memberikan kesempatan kepada para seniman untuk memperluas jejaring, menjangkau audiens baru, dan terus mengembangkan praktik serta perjalanan artistik mereka.
Asal tahu saja, kompetisi UOB POY pertama kali diselenggarakan di Singapura pada 1982 dan hadir di Indonesia sejak 2011. Saat ini, UOB POY merupakan kompetisi seni yang telah berlangsung paling lama di Singapura dan menjadi salah satu kompetisi seni yang paling dikenal di Asia Tenggara.
Melalui kompetisi ini, UOB terus mendukung talenta seni, memperkuat ekosistem seni di kawasan, serta membuka peluang bagi para seniman untuk mendapatkan pengakuan, mengembangkan karya, dan memperluas eksposur di tingkat regional.
