Wamenko Perekonomian: Ekonomi Syariah Bersifat Universal
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Drajad Hari Wibowo menjelaskan bahwa pengembangan ekonomi syariah jangan hanya dilihat dari sisi agama semata. Pasalnya sistem ekonomi syariah memiliki pesan yang bersifat universal.
“Pesan dari ekonomi syariah itu salah satunya adalah fair and just trade antarkita semua,” kata Drajad saat berpidato di Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026, di Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan, Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Drajad menyebut bahwa ekonomi syariah menjamin halal sejak rantai pasok hingga ke tangan konsumen. Dengan begitu, perdagangan yang adil dapat terpenuhi.
Djarad menilai peluang ekonomi syariah sangat besar. Belanja muslim secara global mencapai US$ 3,6 triliun. Pemerintah mencatat aset keuangan syariah global mencapai US$ 9,72 triliun.
Untuk menjangkau ini, pemerintah menempuh lima arah strategi. Pertama, penguatan industri halal dan UMKM halal. Pemerintah akan menjangkau nasabah berbasis syariah,
Baca Juga
Menuju Pusat Ekonomi Syariah Dunia, MES Siapkan Peta Jalan Empat Tahap hingga 2030
“Strategi kedua, peningkatan ekspor dan kerja sama internasional. Kenapa penting kerja sama internasional? Karena we don’t live alone, we do not live by ourselves,” ujar dia.
Strategi ketiga, yaitu penguatan ekosistem halal di semua lapisan ekonomi, dari mulai produsen hingga konsumen.
Keempat, pengembangan keuangan syariah. Menurut Drajad, pengembangan ekonomi syariah tidak lepas dari kerja sama pemerintah dengan otoritas moneter, Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Kemudian penguatan dana sosial syariah,” kata dia, menyebut strategi kelima.
Drajad mengatakan potensi zakat, infak, sedekah, dan wakaf atau ziswaf mencapai Rp 343 triliun per tahun. Akan tetapi, realisasinya baru mencapai Rp 41 triliun atau hanya 12% dari potensinya.
“Inilah gap yang sangat besar yang perlu kita atas,” ujar dia.
