IHSG Anjlok, Wamenko Perekonomian: Serok Sekarang!
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) menjadi salah satu sentimen melorotnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat (16/10/2026). IHSG ditutup anjlok 678,68 poin atau sebesar 11,57% ditutup di level 5.185. nyaris menyami level terendah dalam enam tahun terakhir atau sejak Oktober 2020. Sekadar informasi, posisi IHSG di tanggal yang sama enam tahun silam berada di level 5.103,41.
Wakil Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Drajad Hari Wibowo mengatakan turunnya IHSG terjadi karena investor asing yang menarik investasinya dari pasar saham Indonesia.
“Yang asing kan (keluar) karena ikut MSCI,” kata Drajad, di kantornya, Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Meski begitu, Drajad melihat indeks dan analisis bukan hanya milik MSCI. Dia berharap investor pasar modal dalam negeri tetap resilient.
“Mungkin dengan asing keluar, harga turun, investor dalam negeri silakan serok saja sekarang,” ujar dia.
Drajad menghargai perhitungan dan keputusan yang dibuat MSCI. Sebab, dari keputusan tersebut ada yang memang sedang dikerjakan pemerintah. Misalnya, tentang reformasi pasar modal.
Baca Juga
Kadin Imbau MSCI Lebih Objektif Menilai Pasar Modal Indonesia
“Ada atau tidak ada, apapun keputusan dari MSCI kita tetap akan lakukan. Tapi, saya hanya ingin melakukan edukasi ke para pelaku pasar modal, hitung sendiri. Anda lebih tahu situasi pasar modal di Indonesia,” ucap dia.
Saran ini, kata Drajad, disampaikan agar para investor tak mudah panik. Sebab, pemerintah juga telah melakukan beberapa saran dari MSCI.
“Nggak usah dia yang bilang, saya juga bilang dari dulu, kita perlu penegakan hukum yang lebih kuat kok,” kata dia.
Merespons pengumuman MSCI ini, Drajad menyebut bahwa pemerintah akan terus membahas perbaikan tata kelola. Selain itu, dia berharap tentang resiliensi pasar saham dalam negeri.
“Nggak tergantung apa yang dibilang ini langsung panik. Intinya, jangan panik, jangan gampang panik lah,” jelas dia.
