Taspen Fokus 3 Aspek Ini untuk Jamin Keamanan Digital Nasabah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Sebagai upaya untuk menjamin keamanan digital khususnya dalam melindungi data dan layanan bagi peserta, PT Taspen (Persero) berfokus pada tiga aspek utama, yaitu teknologi, people atau sumber daya manusia (SDM), serta proses.
IT Operation Department Head Taspen R Hendra Kusumawardhana mengungkapkan, penguatan keamanan digital tidak cukup hanya dilakukan melalui peningkatan teknologi. Ketiga aspek itu harus dikembangkan secara bersamaan agar pengelolaan kapabilitas digital berjalan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
“Untuk memastikan pengelolaan dan pengembangan kapabilitas digital kita itu baik, kami selama ini melihat dari tiga aspek, yaitu teknologi, people, sama proses,” ujarnya, kepada Investortrust, dalam diskusi terbatas dengan sejumlah media, di Jakarta, Senin (21/9/2026).
Baca Juga
TASPEN dan Bank Mantap Tingkatkan Kualitas Hunian Masyarakat
Dari sisi teknologi, lanjut Hendra, Taspen memperkuat keamanan pada berbagai lapisan sistem, mulai dari aplikasi, infrastruktur, jaringan, hingga data.
Penguatan tersebut dilakukan melalui penerapan berbagai sistem keamanan, seperti firewall dan antivirus, dengan mengacu pada praktik terbaik atau best practice di industri.
“Jadi bagaimana caranya supaya secara teknologi itu kita memperkuat berbagai layer, baik dari sisi aplikasi, infrastruktur, jaringan, sampai ke layer data. Kita implementasi khusus keamanannya yang sudah sesuai dengan best practice,” kata Hendra.
Sementara dari sisi proses, Taspen memastikan prosedur dan kebijakan keamanan informasi dijalankan sesuai dengan standar yang berlaku. Taspen juga telah memiliki sertifikasi ISO 27001 sebagai standar manajemen keamanan informasi.
Menurut Hendra, sertifikasi tersebut diperbarui melalui proses audit setiap tahun oleh lembaga independen internasional. Audit dilakukan untuk memastikan kapabilitas, proses, kebijakan, serta penerapan keamanan informasi di lapangan tetap berjalan dengan baik.
“Setiap tahun kita mendapatkan sertifikasi tersebut, yang membuktikan bahwa kapabilitas keamanan kita itu sudah dikelola dengan sistematis, dengan terdokumentasi, dan selalu di approve dari waktu ke waktu,” ucapnya.
Untuk aspek ketiga yang menjadi perhatian adalah SDM. Hendra menilai, faktor manusia menjadi salah satu celah yang perlu diantisipasi dalam menjaga keamanan digital.
Karena itu, Taspen tak hanya meningkatkan kesadaran keamanan siber di kalangan karyawan, tapi juga kepada peserta. Apalagi, peserta yang terdiri dari pensiunan dan aparatur sipil negara (ASN) aktif perlu diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kerahasiaan akun serta mengenali berbagai potensi ancaman digital, termasuk phishing dan scam.
“Dari sisi people-nya yang sering banyak dilupakan. Karena memang banyak sekali celah-celah keamanan yang timbul karena masyarakat kurang aware,” ujar Hendra.
Baca Juga
KPK Serahkan Uang Rp 883 Miliar Hasil Rampasan ke Taspen, Ini Penampakannya
Taspen, lanjut dia, juga mendorong peserta agar tidak membagikan username maupun password kepada pihak lain yang tidak berkepentingan. Selain itu, peserta diimbau segera melaporkan jika menemukan indikasi ancaman keamanan digital.
Dari sisi aplikasi, Taspen juga menerapkan sejumlah mekanisme pengamanan untuk mengurangi risiko pencurian atau penyalahgunaan data. Salah satunya melalui penerapan multifactor authentication, sehingga proses login tak hanya mengandalkan username dan password, tapi juga memerlukan kode OTP yang dikirimkan melalui email.
Selain itu, perusahaan juga menerapkan pengaturan hak akses berdasarkan peran atau role pengguna. Dengan begitu, setiap pengguna hanya dapat mengakses informasi dan fungsi aplikasi sesuai dengan kewenangannya.
“Kita menjaga sistem agar tetap sustain, selain juga berusaha terus meningkatkan awareness dari peserta,” kata Hendra.
