FFI 2026 Sebut Skor Financial Fitness Anak Muda Turun, Tapi Kebiasaan Menabung Justru Naik
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) mencatat semakin banyak anak muda Indonesia yang rutin menyisihkan pendapatan untuk ditabung. Namun, peningkatan kebiasaan menabung tersebut belum sepenuhnya diikuti perbaikan kesehatan finansial.
Hal itu tercermin dari hasil Financial Fitness Index (FFI) 2026 yang diluncurkan OCBC bersama NielsenIQ (NIQ) Indonesia. Studi tersebut mencatat persentase masyarakat yang rutin menabung meningkat menjadi 92% pada 2026, dari 89% pada tahun sebelumnya.
Di sisi lain, skor financial fitness anak muda Indonesia justru turun menjadi 39,64 pada 2026, dibandingkan 40,60 pada 2025.
“Studi FFI 2026 menunjukkan bahwa di tengah skor FFI yang menurun, terlihat kebutuhan untuk mempertahankan pemenuhan keuangan dasar masih kuat, seperti pemenuhan sehari-hari dan pembayaran utang. Yang menarik, kita juga melihat semakin banyak masyarakat yang mulai membangun kebiasaan menabung dan mempersiapkan masa depan,” ujar Director Strategic Analytics & Insight NielsenIQ Indonesia Inggit Primadevi dalam peluncuran FFI 2026 di Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Berdasarkan hasil studi, proporsi responden dengan skor kesehatan finansial di atas rata-rata Indonesia juga meningkat tipis dari 28% pada 2025 menjadi 29% pada 2026.
Namun, FFI 2026 menunjukkan masih terdapat kesenjangan antara persepsi masyarakat mengenai kesiapan finansial dan praktik pengelolaan keuangan.
Sebanyak 55% responden meyakini perencanaan finansial yang dilakukan saat ini akan membawa mereka menuju kesuksesan finansial pada masa depan. Namun, 80% responden belum melakukan pencatatan keuangan, sementara hanya 27% yang telah memiliki dana darurat.
Menurut Inggit, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kesadaran finansial masyarakat perlu diterjemahkan ke dalam tindakan nyata dalam pengelolaan keuangan.
Baca Juga
OCBC (NISP) Catat Bisnis Wealth Management Tumbuh 29%, Tembus Rp 120 Triliun
Dana Darurat Dorong Investasi
FFI 2026 juga menemukan adanya hubungan antara kepemilikan dana darurat dengan kemampuan masyarakat mengembangkan aset melalui produk investasi.
Responden yang telah memiliki dana darurat menunjukkan kecenderungan lebih tinggi untuk memiliki produk investasi yang lebih kompleks, seperti saham, deposito, reksa dana, forex, dan instrumen lainnya.
Data FFI 2026 menunjukkan 9% responden yang telah memiliki dana darurat sudah memiliki produk investasi kompleks. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan 4% responden yang belum memiliki dana darurat.
Sementara itu, 14% responden yang telah memiliki dana darurat mempertimbangkan untuk memiliki produk investasi kompleks. Pada kelompok yang belum memiliki dana darurat, porsinya hanya 2%.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa ketika fondasi finansial mulai terbentuk, masyarakat memiliki ruang lebih besar untuk mengembangkan aset dan mempersiapkan tujuan finansial jangka panjang.
“Sehat secara finansial bukan sekadar tentang memiliki lebih banyak uang, tetapi tentang memiliki fondasi dan perencanaan yang membuat kita mampu menghadapi ketidakpastian, sekaligus memiliki ruang untuk bertumbuh,” ujar Personal Banking Segment Head OCBC Lauda Muliana.
Kembangkan Wealth Management
Sejalan dengan temuan tersebut, OCBC mengembangkan layanan wealth management dengan pendekatan personal, digital, dan inklusif.
Dari sisi personal, OCBC menyediakan Financial Fitness Check Up (FFCU) untuk membantu nasabah mengevaluasi kondisi finansial secara menyeluruh. Bank juga menyediakan fitur For Your Investment yang memberikan pilihan instrumen investasi berdasarkan profil risiko dan tujuan finansial nasabah.
Sementara dari sisi digital, akses terhadap informasi, perencanaan, serta solusi wealth management dapat dilakukan melalui aplikasi OCBC Mobile.
OCBC juga menekankan pendekatan inklusif dengan membuka akses wealth management tidak hanya bagi segmen nasabah tertentu.
Baca Juga
Nasabah Bisnis China OCBC Indonesia Tumbuh 80%, Kredit dan Pendanaan Naik Dua Kali Lipat
Libatkan Responden di Lima Kota
Financial Fitness Index merupakan riset tahunan OCBC bersama NielsenIQ Indonesia yang mengukur kondisi kesehatan finansial generasi muda berdasarkan sikap dan perilaku dalam mengelola keuangan.
FFI 2026 merupakan penyelenggaraan riset untuk tahun keenam. Studi tersebut melibatkan responden berusia 25-35 tahun yang berdomisili di Jabodetabek, Surabaya, Medan, Bandung, dan Makassar.
Responden memiliki pendapatan di atas Rp5 juta per bulan serta memiliki rekening bank. Adapun peluncuran FFI 2026 menjadi bagian dari OCBC Nyala Festival 2026 yang berlangsung pada 18-20 September 2026 di Pondok Indah Mall 3, Jakarta.
