Rendahnya Literasi Hingga Terbatasnya Teknologi, Tantangan Terbesar Perbankan Syariah
JAKARTA, investortrust.id - Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen Bank Syariah Indonesia (BSI), Muliaman D Hadad mengungkapkan, ada sejumlah tantangan yang dihadapi industri perbankan syariah ke depan, beberapa diantaranya adalah terkait permodalan, rendahnya literasi, serta perlunya peningkatan dari sisi sumber daya manusia (SDM), infrastruktur jaringan, hingga penerapan teknologi.
“Saya bicara secara generik, artinya kalau kita lihat asetnya juga masih jauh dibawah aset konvensional,” ujarnya, secara virtual, Kamis (21/3/2024).
Tantangan-tantangan tersebut menurut Muliaman harus menjadi perhatian bersama. Tidak hanya bagi industri, tetapi juga regulator maupun para stakeholder. Salah satu yang bisa dilakukan regulator, dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ialah bagaimana bisa mendorong solusi terhadap tantangan-tantangan tersebut.
Ia mengatakan, saat ini tantangan yang dihadapi industri perbankan syariah memang tidak mudah. Persaingan dengan perbankan konvensional menjadi tantangan utama bagi bisnis bank syariah. Oleh karena itu, agar tidak kalah dalam persaingan maka perbankan syariah harus memperkuat layanannya dengan menyediakan produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
“Persaingan yang ketat ini juga harus dipersiapkan agar kita memiliki daya saing yang lebih baik,” katanya.
Kemudian, tantangan lainnya ialah terkait literasi mengenai syariah di masyarakat yang masih relatif rendah. Terkait literasi, lanjut Muliaman, merupakan persoalan umum. Oleh karena itu, jika melihat dasar dari tantangan yang dihadapi perbankan syariah nasional, itu bersumber dari minimnya literasi di masyarakat.
“Jadi bagaimana kita bisa expand kalau literasinya masih terbatas. Oleh karena itu upaya bersama antara regulator, pemain industri dan lainnya dalam mendorong literasi menurut saya sangat dihargai,” terangnya.
Kemudian, pemanfaatan ekosistem yang belum optimal. Perbankan syariah nasional cenderung bermain atau berjalan sendiri-sendiri. “Intinya sekarang kecenderungan pemanfaatan ekosistem menjadi sangat penting,” jelas Muliaman.

