BSI: Inklusi dan Literasi yang Rendah Jadi Tantangan Perbankan Syariah
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Retail Banking Bank Syariah Indonesia (BSI), Ngatari mengungkapkan, tantangan yang dihadapi perbankan syariah nasional saat ini masih berkaitan dengan rendahnya inklusi dan literasi.
“Tingkat literasi perbankan syariah masih 9,1%, sementara bank konvensional sudah 35,4%. Kalau inklusinya kita lihat posisi terakhir perbankan syariah 12,1% sementara di konvensional 85,1%,” ujarnya, dalam acara Investortrust UMKM Connect 2024 bertema ‘Menggali Potensi Alternatif Pembiayaan bagi UMKM’, di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (26/3/2024).
Padahal di sisi lain, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Dari total populasi Indonesia, sebanyak 87,2% atau sekitar 229 juta jiwa beragama Islam. Tentunya potensi dari bisnis syariah di dalam negeri masih terbuka lebar.
Selain itu, menurut Ngatari, Indonesia juga memiliki potensi besar untuk menjadi pusat halal industri global. Belanja warga muslim dunia mencapai lebih dari US$ 2 triliun. Belanja tersebut terdiri dari berbagai sektor, yakni makanan, fashion, kosmetik, farmasi, hingga rekreasi.
“Indonesia memiliki populasi penduduk muslim terbesar di dunia. Pembelanjaan muslim Indonesia mencapai 11,34% belanja halal global,” katanya.
Menurutnya, hal-hal tersebut menjadi tantangan bagi perbankan syariah untuk meningkatkan inklusi dan literasi. “Jadi ini tantangan bagi kami,” jelas Ngatari.

