Bank DBS Indonesia Paparkan Strategi dan Peluang Investasi di Tengah Ketidakpastian Global
Jakarta, Investortrust.id – Bank DBS Indonesia menggelar acara Media Briefing dengan tema The Indonesia Equation: Risks, Returns, and the Road to 2027 dengan memberikan berbagai insights dan perspektif strategis yang membantu perusahaan multinasional mengambil keputusan ekspansi ke Indonesia dengan lebih yakin dan menghadirkan tiga pembicara; Senior Economist DBS Group Research Radhika Rao, Indonesia’s Head of Research DBS Group Research William Simadiputra, dan Head of Large & Multinational Corporates, Institutional Banking Group, Bank DBS Indonesia Natalia Ratulangi di Jakarta, Kamis (10/9/2026).
Bank DBS Indonesia memandang Asia tetap menjadi magnet utama investasi asing global pada 2025, dengan total arus PMA di Asia Timur mencapai sekitar USD 245 miliar, sementara Asia Tenggara mencatat kenaikan dari sekitar USD 225 miliar pada 2024 menjadi hampir USD 250 miliar pada 2025. Data ini menunjukkan bahwa Asia Tenggara menjadi salah satu kawasan dengan pertumbuhan PMA tercepat di dunia, didorong oleh relokasi rantai pasok global, ekspansi sektor manufaktur, dan meningkatnya minat investor internasional terhadap pasar ASEAN.
“Perkembangan ekonomi global yang semakin multipolar membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya sebagai pusat pertumbuhan baru, seiring dengan semakin terdiversifikasinya investasi, manufaktur, dan rantai pasok global. Keunggulan Indonesia ke depan tidak hanya terletak pada sumber daya alam dan ukuran pasar, tetapi juga pada kemampuannya menarik investasi berbasis teknologi, memperkuat rantai nilai domestik, mengembangkan ekonomi digital, serta menjaga stabilitas kebijakan dan makroekonomi.” ujar Senior Economist DBS Group Research, Radhika Rao.
Indonesia berada pada posisi yang sangat strategis untuk menarik investasi dalam jumlah besar, didukung oleh kombinasi faktor pendorong dari sisi penawaran maupun permintaan. Namun demikian, persaingan antarnegara di kawasan untuk menarik investasi semakin ketat. Oleh karena itu, penguatan infrastruktur fisik seperti energi, transportasi, dan logistik, serta infrastruktur nonfisik seperti regulasi, kualitas sumber daya manusia, dan kemudahan berusaha, menjadi faktor penting untuk menarik sekaligus mempertahankan minat investor. Hal ini, ditambah dengan kombinasi faktor makroekonomi, regulasi dan geopolitik yang terus berkembang, menentukan langkah strategis perusahaan multinasional untuk memperluas (expand), memperdalam (deepen) atau meninjau ulang (reassess) eksposur bisnis mereka. Pilihan ini sangat bergantung pada sektor, strategi, dan tingkat toleransi risiko masing-masing perusahaan, serta sejauh mana mereka mampu mengelola pembiayaan, risiko, resiliensi, sekaligus efisiensi operasional secara bersamaan.
Head of Large & Multinational Corporates, Institutional Banking Group, Bank DBS Indonesia, Natalia Ratulangi mengatakan, “Kebutuhan perusahaan multinasional semakin beragam, tidak hanya sekadar pembiayaan tapi juga kebutuhan untuk mengatasi dampak gejolak suku bunga, nilai tukar, kebijakan regulasi dan sentimen lokal ekonomi, jadi diperlukan mitra perbankan yang juga bisa memberikan insights tajam untuk menavigasi tren pasar lokal, baik secara global maupun sektoral. Sehingga diperlukan mitra yang mampu menyediakan banking solution yang komprehensif dan kompetitif di lintas kawasan. Dengan konektivitas DBS di Asia, platform digital banking terkini, dan para ahli di berbagai sektor yang memperkuat kapabilitas kami, DBS menyediakan end-to-end banking solutions untuk mendukung kebutuhan perusahaan multinasional yang semakin kompleks ini.”
Selaras dengan kebijakan regulator, Bank DBS Indonesia mendukung langkah-langkah yang dapat memperluas investasi asing serta penguatan ekosistem investasi yang lebih terintegrasi. Komitmen ini juga sejalan dengan peran Bank DBS Indonesia sebagai mitra strategis perusahaan multinasional dalam mendukung pertumbuhan dan ekspansi bisnis melalui konektivitas yang kuat di Asia.
Kapabilitas Bank DBS Indonesia dengan sejumlah pengakuan internasional seperti World’s Best Corporate Bank 2026 dan Best Bank for Sustainable Finance 2026 dari Global Finance, Best Sustainable Bank & Biggest Sustainable Impact 2026 dari FinanceAsia, serta Best Bank for Sustainable Finance 2026 dari The Asset akan memperkuat perusahaan multinasional dalam menerjemahkan strategi menjadi langkah bisnis yang nyata dalam menangkap peluang pertumbuhan menuju 2027.
