Misi Penyelamatan oleh BTN, Jadikan Bank Muamalat Bank Syariah Terbesar Kedua
Jakarta, investortrust.id – Kabar PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) akan mengakuisisi Bank Muamalat sudah semakin santer. Bahkan rencana itu telah mendapatkan restu dari Kementerian BUMN.
Di balik rencana akuisisi tersebut, sejatinya ada misi penyelamatan Bank Muamalat yang dinilai sangat penting untuk mempertahankan keberadaannya sebagai bank syariah pertama di Indonesia. Jika sukses, bank hasil penggabungan akan menjadi bank syariah terbesar kedua di Indonesia.
Pengamat dari Centre for Banking Crisis Ahmad Deni Daruri menilai, langkah BTN mengakuisisi Bank Muamalat patut diapresiasi. Pasalnya bank syariah tertua di Indonesia itu membutuhkan injeksi modal agar bisa lebih ekspansif dan keluar dari persoalan masa lalu.
“Bank Muamalat memang sudah lebih sehat ketimbang dua tahun lalu. Tetapi sehat saja tidak cukup. Bank mesti bertumbuh dan modalnya terus ditingkatkan agar bisa menjalankan fungsi intermediasi lebih optimal lagi,” katanya.
Saat ini, rasio pembiayaan terhadap pendanaan Bank Muamalat atau finance to deposit ratio (FDR) hanya sebesar 45%, jauh di bawah batas ideal. Sementara rasio kecukupan modal (CAR) berada di level 28,67% pada akhir September 2023.
Jika manajemen Muamalat ingin ekspansi untuk menggenjot FDR ke batas ideal, maka CAR bisa tergerus. Pasalnya, setiap penyaluran pembiayaan atau ekspansi bisnis lainnya akan membentuk aset tertimbang menurut risiko (ATMR). Dengan kata lain, bank harus menambah permodalan, menyesuaikan profil risiko dan kebutuhan ekspansi.
Baca Juga
“Bank selalu membutuhkan suntikan modal tambahan. Pada titik ini, BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji) tidak bisa terus-menerus membenamkan dana haji sebagai tambahan modal. Terlalu berisiko karena dana umat wajib diinvestasikan di instrumen yang aman,” kata Deni.
Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2023, aset gabungan Bank Muamalat dengan BTN diperkirakan mencapai Rp 114,6 triliun, hampir separuh dari aset Bank Syariah Indonesia (BSI). Dengan demikian, Bank Muamalat dan Unit Usaha Syariah BTN, bila kelak bergabung akan menjadi bank syariah dengan aset terbesar kedua setelah BSI.

