BSI (BRIS) Gandeng YPI Al Azhar Kembangkan Wakaf Uang untuk Pendidikan
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI (BRIS) bekerja sama dengan Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar dalam pengembangan wakaf uang untuk mendukung sektor pendidikan. Kerja sama itu ditandai dengan peluncuran BSI Deposito Wakaf Seri YPI Al Azhar.
Melalui program tersebut, masyarakat dapat menyalurkan wakaf uang, baik dalam bentuk wakaf temporer maupun permanen. Penyaluran dilakukan melalui layanan digital BSI, termasuk aplikasi BYOND by BSI dan QRIS.
Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan berharap, kerja sama tersebut dapat memperluas pemanfaatan wakaf uang untuk mendukung kebutuhan pendidikan.
“Penandatanganan PKS (perjanjian kerja sama) dan peluncuran program ini tidak boleh berhenti sebagai seremoni semata, tapi harus menjadi awal dari langkah nyata dan berkelanjutan dalam menghimpun wakaf uang,” ujarnya, dalam keterangan pers, dikutip Senin (31/8/2026),
Baca Juga
BSI (BRIS) Perluas Akses Pembiayaan Rumah, Bidik Pertumbuhan KPR Lewat Danantara Housing Expo 2026
YPI Al Azhar menjadi mitra dalam program ini dengan mempertimbangkan jaringan pendidikan yang dimilikinya. Berdiri sejak 1952, YPI Al Azhar saat ini menaungi 220 sekolah yang tersebar di 22 provinsi. Lembaga tersebut tercatat melayani lebih dari 61.370 siswa dengan dukungan 7.756 guru dan tenaga pendidik.
Dalam kerja sama tersebut, BSI berperan sebagai Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU), sementara YPI Al Azhar menjalan peran sebagai nazhir atau pengelola wakaf.
Dana yang dihimpun melalui skema tersebut akan dikelola sesuai dengan ketentuan wakaf uang dan ditujukan untuk mendukung keiatan yang berkaitan dengan pendidikan.
“Lebih baik lahir satu gerakan penghimpunan yang benar-benar berjalan, terukur, dan memberi manfaat nyata bagi umat,” kata Kemas.
Baca Juga
Di Ajang Investortrust CSR Awards 2026, BSI (BRIS) Raih Kategori Impact Commitment Awards
Kinerja Solid Dukung Inovasi Wakaf Digital
Kerja sama pengembangan wakaf uang tersebut dilakukan di tengah pertumbuhan kinerja bank berkode saham BRIS ini pada semester I 2026.
Hingga Juni 2026, total aset BSI mencapai Rp 464,5 triliun, meningkat 15,96% secara year on year (yoy). Dana pihak ketiga (DPK) juga tumbuh 21,81% (yoy) menjadi Rp 393 triliun. Sementara, laba bersih BSI mencapai Rp 41,6 triliun atau naik 11,08% (yoy).
Dari sisi nasabah, BSI mencatat jumlah nasabah lebih dari 24,3 juta. Perseroan juga menyebut lebih dari 98% transaksi telah dilakukan melalui kanal elektronik.
“Ke depan, BSI dan YPI Al Azhar berharap kolaborasi strategis ini dapat menjadi model percontohan penghimpunan wakaf uang yang sukses dan dapat direplikasi secara nasional, sehingga tujuan untuk memperkuat mutu pendidikan islam dan meningkatkan kesejahteraan umat dapat segera terwujud,” ucap Kemas.
