Asuransi Tri Pakarta Cetak Laba Rp 71,83 Miliar pada Juli 2026
JAKARTA, investortrust.id - PT Asuransi Tri Pakarta (Tripa) mencatat kinerja positif hingga Juli 2026. Hal ini tercermin dari perolehan laba setelah pajak sebesar Rp 71,83 miliar.
Menurut Direktur Utama Tripa G.C Koen Yulianto, capaian itu mencapai 156% dari target yang telah ditetapkan pada periode tersebut.
“Memasuki usia ke-48 tahun pihaknya bersyukur dapat terus menjaga momentum pertumbuhan dan mencatatkan kinerja yang positif,” ujarnya, dalam keterangan pers, Jumat (21/8/2026).
Baca Juga
Asuransi Sinar Mas Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan untuk UMKM di Bandar Lampung
Selain laba yang melampaui target Januari-Juli 2026, jasa asuransi bersih juga tercatat Rp 147,98 miliar atau sekitar 153,7% dari target. Hal yang sama juga terjadi pada pos hasil laba bersih yang mencapai Rp 149,24 miliar atau sekitar 124,7% dari target.
“Bagi kami, pencapaian ini bukan hanya mengenai angka, tapi menjadi fondasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperluas kolaborasi, dan menghadirkan inovasi yang semakin relevan bagi nasabah,” kata Yulianto.
Raihan laba Tripa tersebut, salah satunya didorong oleh pendapatan jasa asuransi yang meningkat 13,9%, dari Rp 902,3 miliar pada Juli 2025 menjadi Rp 1,03 triliun di periode yang sama tahun ini. Pendapatan jasa asuransi juga melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya untuk periode Juli 2026 sebesar Rp 923,56 miliar.
“Dari sisi tingkat kesehatan keuangan, risk based capital (RBC) Tripa tercatat sebesar 144,29% pada Juli 2026, meningkat dibandingkan posisi Januari-Juli 2025 sebesar 142,03%, sekaligus berada di atas target perusahaan sebesar 132,23%,” ucap Yulianto.
Perluas Ekosistem Bisnis
Sebagai upaya untuk memperluas ekosistem bisnis sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap berbagai solusi perlindungan asuransi, Tripa menjalin kerja sama dengan PT Bank Hibank Indonesia (hibank), PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah (BPD Kalteng), serta Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Bogor.
Yulianto menjelaskan, kerja sama dengan hibank mencakup pemasaran produk bancassurance untuk asuransi kendaraan bermotor dan asuransi kebakaran.
Tripa, kata dia, juga memperkuat kerja sama dengan BPD Kalteng dalam pemasaran produk bancassurance yang meliputi asuransi kendaraan bermotor, asuransi kebakaran, serta asuransi alat berat (heavy equipment/HE).
“Tripa memperluas kolaborasi melalui kerja sama dengan Dekopinda Kota Bogor dalam penyediaan layanan asuransi umum yang mencakup asuransi kebakaran, asuransi kendaraan bermotor, dan personal accident,” ujar Yulianto.
Baca Juga
Zurich Ingatkan Pentingnya Asuransi Perjalanan Saat Momen Libur Panjang
Arah Transformasi Digital
Selain mendorong kinerja bisnis, Tripa juga menggenjot arah transformasi digital melalui soft launching website dan mobile apps TRIPA.
Upaya tersebut, kata Yulianto, menjadi gambaran awal dari pengembangan ekosistem layanan digital pihaknya untuk menghadirkan pengalaman yang semakin praktis, mudah, dan nyaman bagi nasabah.
Ia menyatakan, pengembangan akan terus dilakukan secara bertahap sebelum website dan mobile apps Tripa berjalan sepenuhnya pada akhir 2026.
“Transformasi bagi kami bukan sekadar menghadirkan kanal digital baru. Hal yang lebih penting adalah bagaimana teknologi dapat membuat interaksi nasabah dengan Tripa menjadi semakin mudah, nyaman, dan relevan,” kata Yulianto.
Selain itu, perusahaan asuransi umum ini juga mendorong transformasi pada sumber daya manusia (SDM) dengan meluncurkan Project 1978 EHKY. Tujuannya, untuk menciptakan SDM yang berkualitas, adaptif, dan punya daya saing di era global.
“Transformasi perusahaan pada akhirnya juga merupakan transformasi manusia di dalamnya. Karena itu, kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan bisnis dan perkembangan teknologi berjalan dengan peningkatan kualitas insan Tripa,” ucap Yulianto.

