Rupiah Melemah Rabu Pagi, ke Rp 15.580/US$
JAKARTA, investortrust.id - Kurs rupiah terhadap dolar AS melemah Rabu pagi (22/11/2023) hingga pukul 10.46 WIB. Pelemahan mata uang Garuda seiring rilis risalah terbaru Federal Open Market Committee (FOMC), yang ternyata tidak mengindikasikan The Fed akan menurunkan suku bunga acuan di negara dengan ekonomi terbesar itu. Hal ini menepis spekulasi yang sempat berkembang di pasar.
Kurs rupiah tercatat di posisi Rp 15.580 per dolar AS pada Rabu (22/11/2023) hingga pukul 10.46 WIB. Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah melemah 0,91% atau 140 poin terhadap greenback, dibanding hari sebelumnya.
Baca Juga
Emas Antam Naik Rp 2.000 per Gram, Termurah Rp 597.500 Hari Ini
Kebutuhan Utang AS Turun dari Perkiraan
Risalah tersebut tercatat tidak memberikan indikasi bahwa para anggota Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) membahas kapan mereka akan mulai menurunkan suku bunga acuannya, yang tercermin dalam keterangan Gubernur The Fed Jerome Powell pada konferensi pers. “Faktanya adalah, Komite sama sekali tidak memikirkan penurunan suku bunga saat ini,” katanya saat itu.
Baca Juga
Wall Street Melemah Dipicu Risalah The Fed, S&P 500 dan Nasdaq Hentikan Kenaikan 5 Hari Beruntun
Suku bunga acuan The Fed, yang menetapkan biaya pinjaman jangka pendek, saat ini ditargetkan pada kisaran antara 5,25%-5,5%. Ini merupakan level tertinggi dalam 22 tahun.
Pertemuan tersebut terjadi di tengah kekhawatiran pasar terhadap kenaikan imbal hasil US Treasury. Obligasi pemerintah AS ini tampaknya menjadi topik diskusi penting selama pertemuan itu. Sementara, Departemen Keuangan AS telah mengumumkan kebutuhan pinjamannya selama beberapa bulan ke depan, yang sedikit lebih kecil dari perkiraan pasar.
