Simpanan Ritel Menguat, LPS Sebut Daya Menabung Rumah Tangga Tetap Terjaga
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat, pertumbuhan simpanan masyarakat di perbankan tetap terjaga pada seluruh kelompok nominal (tiering) hingga Juni 2026. Menariknya, pertumbuhan simpanan dengan nominal di bawah Rp 100 juta yang mayoritas dimiliki rumah tangga menunjukkan akselerasi, mencerminkan daya menabung masyarakat yang masih kuat.
Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu mengungkapkan, secara tahunan pertumbuhan simpanan pada seluruh kelompok tiering berada di kisaran 0,78% hingga 15,44% per Juni 2026. Meski simpanan bernominal besar masih mendominasi dari sisi porsi maupun laju pertumbuhan, simpanan ritel mulai menunjukkan penguatan yang signifikan.
“Kinerja simpanan dengan nominal tiering di bawah Rp 100 juta yang mayoritas didominasi simpanan milik perorangan atau rumah tangga tercatat tumbuh membaik 5,16% secara year on year (yoy). Hal ini merupakan indikasi bahwa kemampuan menabung di kelompok tersebut masih cukup terjaga lintas waktu,” ujarnya, dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) III Tahun 2026, di Jakarta, Senin (3/8/2026).
Baca Juga
Penguatan tersebut, lanjut Anggito, terlihat lebih jelas pada kelompok simpanan dengan nominal yang lebih kecil. Simpanan perorangan dengan saldo di bawah Rp 5 juta tumbuh 7,36% (yoy) pada triwulan II 2026, meningkat tajam dibandingkan pertumbuhan 2,02% pada triwulan sebelumnya.
Sementara itu, simpanan pada kelompok Rp 5 juta hingga Rp 10 juta tumbuh 10,01% (yoy), lebih tinggi dibandingkan 1,76% pada triwulan I 2026,
Menurut Anggito, perbaikan kinerja simpanan rumah tangga menjadi sinyal positif bagi industri perbankan. Di tengah tren suku bunga yang masih tinggi, peningkatan tabungan masyarakat menunjukkan basis penghimpunan dana ritel semakin kuat.
“Dari perspektif stabilitas pendanaan, kondisi tersebut memberikan sinyal positif karena pertumbuhan dana tidak hanya ditopang oleh deposan besar, tetapi juga didukung oleh penghimpunan dana ritel yang relatif lebih stabil sehingga dapat memperkuat struktur pendanaan perbankan,” katanya.
