Jokowi Nilai Dirut BRI Sunarso Layak Dapat Nobel
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau Bank BRI, Sunarso layak mendapat Penghargaan Nobel karena dedikasinya dalam memajukan perekonomian masyarakat.
Hal ini mengingat fokus Sunarso dan BRI membiayai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan nasabah mencapai puluhan juta UMKM. Jokowi pun merujuk pada penerima Penghargaan Nobel pada 2006, Muhammad Yunus melalui Grameen Bank yang membiayai 6,5 juta UMKM di Bangladesh.
"Grameen Bank, Bapak Muhammad Yunus itu dapat Nobel karena Grameen Bank. Memiliki nasabah 6,5 juta. Ya harusnya Pak Dirut (BRI), Pak Sunarso sudah diberi Nobel. Harusnya," kata Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara BRI Microfinance Outlook 2024 di Jakarta, Kamis (7/3/2024).
Direktur Utama PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., Sunarso (tengah) dan Menteri Koperasi/UKM, Teten Masduki (kiri) dan Wamen BUMN Kartiko Wirjoatmodjo saat mendengarkan sambutan Menteri Keuangan Sri Mulyani pada acara BRI Microfinance Outlook 2024 di Menara BRIliant, Jakarta, Kamis, (07/03/2024). Foto: Investortrust/Elsid Arendra.
Baca Juga
Jokowi membeberkan, terdapat 15,2 juta nasabah PT Permodalan Nasional Madani membina ekonomi keluarga sejahtera (PNM Mekaar), kemudian terdapat 8,2 juta nasabah holding Ultra Mikro (UMi), dan sekitar 16 juta nasabah kredit usaha rakyat (KUR). Angka itu jauh lebih tinggi dibanding Grameen Bank.
"Masak yang tadi PNM Mekaaar 15,2 juta, kemudian UMI bisa 8,2 juta, KUR-nya saya enggak tahu KUR-nya berapa, 16 juta, angka yang tidak kecil. Enggak tahu, mungkin belum dapat (Nobel) karena enggak ada yang mengusulkan," kata Jokowi.
Dalam kesempatan ini, Jokowi memuji dan gembira dengan berbagai program untuk membantu UMKM, termasuk dengan kehadiran holding UMi yang terdiri dari Bank BRI, PT Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) yang fokus membiayai UMKM. Saat ini, nasabah UMi telah mencapai 8,2 juta dengan kredit yang bisa diberikan sampai Rp 10 juta. Selain itu, terdapat PNM Mekaar dengan kredit yang diberikan sampai Rp 25 juta, dan kredit usaha rakyat (KUR) dengan kredit mencapai Rp 500 juta.
"Saya ingat PNM Mekaar di tahun 2015 itu nasabahnya itu baru 400.000 kurang lebih. Sekarang sudah sampai 15,2 juta," katanya.
Baca Juga
Jokowi mengaku mengetahui upaya yang dilakukan Sunarso dan BRI dalam membiayai UMKM. Jokowi mencontohkan lompatan jumlah nasabah PNM Mekaar dari 400.000 pada 2015 dan kini mencapai 15,2 juta. Selain itu, kredit yang dikucurkan terus meningkat hingga saat ini mencapai Rp 244 triliun dari Rp 800 miliar pada 2015. Menurut Jokowi upaya-upaya menggerakkan ekonomi rakyat layak mendapatkan apresiasi.
"Mestinya hal-hal seperti ini diberikan apresiasi dan yang saya suka waktu saya ke lapangan ketemu nasabah mulai muncul perbaikan-perbaikan produk. Selain pembiyaan, yang kedua perbaikan produk. Packaging, kemasan," katanya.

