Rupiah Bergerak Melemah, Pengunduran Gubernur BI Masih Jadi Sentimen
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu (29/7/2026). Posisi rupiah melemah sebesar 0,13% menjadi Rp 18.106 per dolar AS pada pukul 09.03 WIB.
Pelemahan mata uang juga terjadi pada yuan China, dolar Hong Kong, won Korea Selatan, dan dolar Singapura. Yuan melemah 0,04%, dolar Hong Kong melemah 0,01%, won Korea Selatan melemah 0,14%, dan dolar Singapura melemah 0,05%.
Sementara itu, ringgit Malaysia, yen Jepang, dan baht Tailan menguat. Ringgit menguat 0,08%, yen menguat 0,06%, dan baht menguat 0,01%.
Baca Juga
Rupiah Kembali Loyo Menembus Rp 18.000 per Dolar AS, Terkait Mundurnya Perry?
Ekonom Doo Financial Futures Lukman Leong memproyeksikan rupiah bakal melemah terhadap rupiah pada perdagangan hari ini. Kondisi ini terjadi karena menguatnya harga minyak mentah dunia karena serangan oleh Iran terhadap pasukan AS di Timur Tengah.
Data Bloomberg menunjukkan bahwa harga minyak mentah dunia versi Brent dan WTI mengalami peningkatan. Harga minyak mentah Brent naik 4,38% menjadi US$ 82,73 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah Brent naik 4,41% menjadi US$ 87,8 per barel.
Baca Juga
Pjs Gubernur BI Respons Gejolak Saham dan Rupiah setelah Perry Warjiyo Mundur
Di sisi domestik, kata Lukman, pengunduran diri gubernur Bank Indonesia (BI) masih sentimen bagi pasar.
"Sentimen domestik diperkirakan juga masih negatif pascapengunduran diri gubernur BI," kata Lukman.
