Laba Bank Mandiri (BMRI) Tembus Rp 30,4 Triliun, Kredit Tumbuh 19,9% pada Semester I 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp30,4 triliun pada semester I-2026, meningkat 24,4% secara tahunan (year on year/yoy). Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan kredit yang mencapai Rp1.592 triliun atau naik 19,9% yoy, melampaui pertumbuhan kredit industri sebesar 12,7%.
Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengatakan, ekspansi kredit dilakukan secara selektif dengan fokus pada sektor-sektor produktif yang mendukung aktivitas ekonomi nasional. Penyaluran kredit ke ekosistem pemerintah dan BUMN mencapai Rp489 triliun, tumbuh 41,6% yoy, sementara kredit usaha mikro meningkat 15,7% yoy menjadi Rp31,3 triliun.
"Ekosistem-ekosistem ini saling melengkapi dan turut menopang penyaluran program prioritas nasional, mulai dari pembiayaan proyek strategis pemerintah, penguatan daya saing pelaku usaha, hingga perluasan akses finansial bagi UMKM dan masyarakat," ujar Riduan dalam Public Expose Kuartal II 2026 Bank Mandiri di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Pada segmen komersial, outstanding kredit mencapai Rp343 triliun atau tumbuh 15,1% yoy. Bank Mandiri menyatakan pembiayaan difokuskan pada sektor perkebunan, hilirisasi, transportasi dan logistik, energi, serta sektor produktif lainnya yang memiliki efek berganda terhadap perekonomian.
Baca Juga
Bank Mandiri Perkuat Sinergi UMKM Go Global, Dorong Produk Binaan Masuk Pasar Internasional
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) bank only tercatat sebesar Rp1.710 triliun, meningkat 17,1% yoy, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan DPK industri sebesar 10,2% pada periode yang sama.
Kinerja perseroan juga didukung penguatan layanan digital. Hingga Juni 2026, pengguna terdaftar Livin' by Mandiri mencapai sekitar 41 juta, tumbuh 24,3% yoy, sedangkan Kopra by Mandiri melayani sekitar 354 ribu pengguna, naik 26,8% yoy, dengan sekitar 84% di antaranya merupakan pelaku UMKM.
Baca Juga
Sementara itu, kualitas aset tetap terjaga dengan rasio Non Performing Loan (NPL) Gross berada di level 0,98%, membaik 10 basis poin dibandingkan tahun sebelumnya. Cost of Credit (CoC) turun menjadi 0,52%, sedangkan NPL Coverage Ratio mencapai 242%, mencerminkan kualitas penyaluran kredit yang tetap sehat di tengah ekspansi bisnis.
Di sisi keberlanjutan, portofolio pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp327 triliun hingga Juni 2026 atau tumbuh 7,5% yoy, terdiri atas pembiayaan hijau sebesar Rp173 triliun dan portofolio sosial sebesar Rp155 triliun. Pada periode yang sama, perseroan juga memperoleh social loan senilai US$750 juta yang dijamin Multilateral Investment Guarantee Agency (MIGA) untuk mendukung pembiayaan UMKM, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR).
